Metode Parenting Modern, Efektifkah untuk Membentuk Karakter Anak?
Seorang ayah sedang mengajari anaknya--JIMMY/RK
Radarkepahiang.id - Pola pengasuhan anak atau parenting terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Jika dahulu sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh yang cenderung keras dan penuh aturan, kini metode parenting modern mulai banyak diterapkan oleh keluarga muda.
Parenting modern dikenal sebagai pola pengasuhan yang lebih terbuka, komunikatif, dan melibatkan anak dalam berbagai proses pengambilan keputusan. Metode ini dianggap lebih menyesuaikan dengan perkembangan zaman serta kondisi psikologis anak masa kini.
Namun di tengah popularitasnya, muncul pertanyaan di masyarakat. Apakah parenting modern benar-benar efektif dalam membentuk karakter anak?
Banyak psikolog anak menilai bahwa parenting modern memiliki sejumlah kelebihan dibanding pola asuh lama yang terlalu menekankan hukuman dan otoritas mutlak orang tua. Dalam parenting modern, anak tidak lagi hanya diminta patuh tanpa penjelasan. Orang tua lebih banyak diajak membangun komunikasi dua arah dengan anak.
BACA JUGA:Gawat! 300 Anak di Kepahiang Berisiko Stunting: Pernikahan Dini Jadi Sorotan
Anak diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, perasaan, hingga keinginannya. Dengan cara tersebut, anak dinilai lebih percaya diri dan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis sejak dini. Selain itu, parenting modern juga menekankan pentingnya kesehatan mental anak. Orang tua diajak memahami emosi anak, bukan sekadar menuntut kepatuhan.
Cara ini dianggap mampu membangun hubungan yang lebih dekat antara orang tua dan anak sehingga anak merasa aman dan nyaman di lingkungan keluarga. Psikolog keluarga menyebut, anak yang tumbuh dengan komunikasi sehat cenderung lebih mudah terbuka kepada orang tua ketika menghadapi masalah.
Hal tersebut menjadi penting di era digital saat ini, di mana anak-anak menghadapi berbagai tantangan baru mulai dari media sosial, pergaulan bebas, hingga tekanan akademik. Namun demikian, parenting modern bukan berarti membebaskan anak tanpa aturan.
Banyak orang tua salah memahami konsep parenting modern dengan memberikan kebebasan penuh kepada anak tanpa batasan yang jelas. Padahal pola asuh modern tetap membutuhkan disiplin dan aturan yang konsisten. Para ahli menilai efektivitas parenting modern sangat bergantung pada keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab.
BACA JUGA:Laksanakan Sensus Ekonomi, BPS Kepahiang Minta Dukungan Pemda dan Masyarakat!
Jika terlalu longgar, anak justru berpotensi tumbuh tanpa disiplin dan sulit menghargai aturan. Sebaliknya, jika terlalu keras, anak dapat mengalami tekanan mental hingga kehilangan rasa percaya diri. Karena itu, pola pengasuhan modern lebih menekankan pendekatan yang tegas namun tetap hangat terhadap anak. Salah satu metode yang banyak diterapkan dalam parenting modern adalah positive parenting atau pola asuh positif.
Dalam metode ini, orang tua fokus memberikan contoh perilaku baik dibanding hanya memarahi anak saat melakukan kesalahan. Anak juga diajak memahami konsekuensi dari tindakan mereka, bukan sekadar menerima hukuman.
Metode lain yang populer adalah gentle parenting. Pola asuh ini mengedepankan empati, komunikasi lembut, dan pengendalian emosi orang tua saat menghadapi anak. Meski banyak dipuji, gentle parenting juga kerap mendapat kritik karena dianggap terlalu lembut dan berpotensi membuat anak kurang disiplin jika diterapkan secara berlebihan. Di sisi lain, perkembangan teknologi juga ikut memengaruhi pola parenting modern.
Sumber:




