Jadi apa yang harus dilakukan? Stop menebak-nebak lewat gejala. Cara paling akurat tetap cek darah di lab. Minta panel lipid lengkap: kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Idealnya cek rutin setahun sekali kalau sudah usia 20 tahun, atau 6 bulan sekali kalau punya faktor risiko.
Sambil menunggu hasil lab, mulai ubah gaya hidup dari hal kecil. Ganti cemilan keripik dengan buah potong. Pilih ayam panggang daripada ayam goreng tepung. Jalan kaki 30 menit sehari, bisa dicicil 10 menit habis makan.
Juga berhenti merokok dan kurangi begadang karena stres dan kurang tidur juga bikin kolesterol naik. Kalau hasil lab menunjukkan kolesterol tinggi, jangan panik tapi juga jangan abai. Konsultasi dokter, atur pola makan, olahraga, dan minum obat kalau diresepkan.
Ingat, kolesterol tidak akan pamit hanya karena kita merasa baik-baik saja. Tubuh sudah kasih kode lewat pegal, lelah, bercak kuning, sampai kaki dingin. Tugas kita peka dan bertindak sebelum kode itu berubah jadi “surat peringatan” dari ruang IGD. Yuk cek kolesterolmu sekarang, karena mencegah selalu lebih murah dan lebih tenang daripada mengobati.