Sering Dianggap Sepele, Yuk Kenali Ciri Kolesterol Tinggi

Kamis 07-05-2026,16:50 WIB
Reporter : Gatot Julian
Editor : Eko Hatmono

5. Kondisi Kulit dan Mata

Kalau tanda di atas masih samar, tubuh kadang kasih petunjuk yang lebih visual lewat kulit dan mata. Coba cek kelopak mata kamu di cermin. Ada bercak kekuningan yang rata, tidak gatal, tidak nyeri, namanya xanthelasma? Itu timbunan kolesterol di bawah kulit dan jadi salah satu tanda klasik kolesterol tinggi. 

Selain itu, benjolan kecil kekuningan juga bisa muncul di siku, lutut, atau tumit. Namanya xanthoma. Lalu lihat lingkaran mata. Kalau di tepi kornea ada lingkaran abu-abu atau putih yang disebut arcus cornealis, wajib curiga. Pada orang usia lanjut ini wajar, tapi kalau muncul di bawah 45 tahun, kolesterol tinggi sangat mungkin jadi penyebabnya.  

BACA JUGA:Rutin Konsumsi Teh Jahe di Pagi Hari, Ini 3 Manfaat Rutinnya

6. Kaki Kerap Dingin

Ada juga gejala yang nyaris nggak pernah dikaitkan dengan kolesterol, misalnya kaki terasa dingin atau kram di malam hari. Logikanya sederhana: aliran darah ke kaki terhambat plak, jadi kaki kurang dapat pasokan darah hangat. Akibatnya gampang kram, kesemutan, atau terasa dingin meski cuaca nggak terlalu dingin. Sama halnya dengan sesak napas saat aktivitas ringan. Naik tangga satu lantai sudah megap-megap padahal nggak punya asma. Itu karena jantung kekurangan suplai oksigen akibat pembuluh darah yang menyempit.  

 

7. Ganguan Pencernaan

Sistem pencernaan juga bisa kena imbas. Banyak orang dengan kolesterol tinggi ngeluh perut terasa penuh, begah, atau tidak nyaman setelah makan berlemak. Bukan maag, tapi karena metabolisme lemak tubuh sedang bermasalah. Hati bekerja lebih keras mengolah lemak, empedu jadi tidak seimbang, akhirnya pencernaan terasa “berat” terus.  

 

Yang bikin kolesterol tinggi makin tricky adalah faktanya sebagian besar penderita sama sekali tidak bergejala. Mereka merasa fit, lari pagi kuat, kerja lembur oke, sampai suatu hari cek lab rutin atau tiba-tiba kena serangan jantung. Karena itu kolesterol dijuluki silent killer. Kita tidak bisa mengandalkan “perasaan badan enak” sebagai jaminan.  

Lalu siapa yang wajib lebih waspada?  Pertama, kamu yang menunya akrab dengan gorengan, jeroan, santan kental, dan fast food. Lemak jenuh dan lemak trans adalah bahan bakar utama kolesterol jahat. 

Kedua, kaum mager yang olahraga-nya cuma scroll HP. Aktivitas fisik minim bikin HDL atau kolesterol baik turun, padahal HDL tugasnya “menyapu” kelebihan kolesterol jahat. 

Ketiga, perokok. Rokok merusak dinding pembuluh darah sehingga plak kolesterol lebih gampang nempel. 

Keempat, kamu yang punya riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi, jantung koroner, atau stroke. Genetik berperan besar. 

Kelima, usia di atas 30 tahun. Tapi jangan santai kalau masih 20-an, gaya hidup sekarang bikin banyak anak muda sudah kena kolesterol tinggi.  

Kategori :