Radarkepahiang.id - Memiliki rumah sendiri masih menjadi impian banyak masyarakat, terutama kalangan muda dan keluarga baru. Namun, tingginya harga properti kerap menjadi tantangan utama yang membuat impian tersebut terasa sulit diwujudkan. Meski demikian, dengan perencanaan keuangan yang tepat dan pola hidup hemat, keinginan memiliki rumah tetap bisa dicapai secara bertahap.
Para perencana keuangan menyebutkan bahwa kunci utama untuk bisa membeli rumah bukan hanya terletak pada besarnya penghasilan, melainkan pada kemampuan mengelola keuangan secara disiplin dan konsisten.
Menentukan Target dan Rencana Keuangan
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menetapkan target yang jelas. Calon pembeli rumah perlu mengetahui kisaran harga rumah yang diinginkan, lokasi, serta jangka waktu pembelian. Dengan begitu, jumlah dana yang harus dikumpulkan, terutama untuk uang muka (down payment/DP), bisa dihitung sejak awal.
BACA JUGA:Mau Rumah Terlihat Mewah, Buruan Coba Pintu Alumunium Ini
Misalnya, jika harga rumah ditargetkan Rp300 juta dengan DP 20 persen, maka dana yang perlu disiapkan sekitar Rp60 juta. Target ini kemudian dibagi dalam jangka waktu tertentu agar lebih realistis untuk dicapai.
Mengatur Anggaran Bulanan
Mengelola pengeluaran menjadi kunci utama dalam menabung. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah metode pembagian anggaran, seperti 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan.
Namun, bagi yang memiliki target besar seperti membeli rumah, porsi tabungan sebaiknya ditingkatkan. Bahkan, jika memungkinkan, alokasi tabungan bisa mencapai 30 hingga 40 persen dari penghasilan. Pengeluaran yang tidak terlalu penting seperti nongkrong berlebihan, belanja impulsif, atau langganan yang jarang digunakan sebaiknya mulai dikurangi.
BACA JUGA:Rasakan Vibes Positif di Rumah Setiap Hari, Rawat 3 Tanaman Hias untuk Ruang Tamu
Disiplin Menabung di Awal
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menabung dari sisa uang di akhir bulan. Padahal, cara yang lebih efektif adalah langsung menyisihkan tabungan di awal saat menerima gaji. Metode ini dikenal dengan istilah “pay yourself first”, di mana tabungan diprioritaskan sebelum pengeluaran lainnya. Dengan cara ini, konsistensi menabung akan lebih terjaga.