3. Protein Lengkap untuk Menyambung Sel Saraf
Otak bukan hanya butuh lemak. Ia juga butuh protein untuk membangun neurotransmiter, yaitu zat kimia yang membawa pesan seperti dopamin dan serotonin. Telur disebut protein lengkap karena mengandung sembilan asam amino esensial dalam rasio yang ideal. Tubuh anak tidak bisa membuat asam amino esensial sendiri, jadi harus dapat dari makanan.
Saat anak sarapan telur, tubuhnya mendapat bahan baku untuk memperbaiki sel, termasuk sel saraf. Protein juga membuat kenyang lebih lama. Anak yang sarapan cukup protein cenderung lebih fokus di sekolah dibandingkan anak yang sarapan tinggi gula sederhana. Fokus yang terjaga artinya materi pelajaran lebih mudah diserap.
4. Vitamin B12: Menjaga Kecepatan Otak
Vitamin B12 di dalam telur berperan menjaga selubung mielin, yaitu lapisan pelindung di sekitar serabut saraf. Mielin bisa diibaratkan seperti pembungkus kabel. Kalau pembungkusnya rusak, aliran listrik jadi lambat. Pada otak, itu berarti proses berpikir jadi lemot. Kekurangan B12 pada anak dikaitkan dengan gangguan konsentrasi, mudah lelah, dan penurunan daya ingat.
Satu butir telur menyumbang sekitar 0,6 mikrogram B12. Untuk anak usia sekolah, kebutuhan hariannya sekitar 1,2 sampai 1,8 mikrogram. Jadi dua butir telur sudah menutup lebih dari separuh kebutuhan, sisanya bisa didapat dari daging, susu, atau tempe.
BACA JUGA:Posisi BAB yang Sehat: Jongkok atau Duduk?
5. Selenium dan Antioksidan untuk Melindungi Otak
Aktivitas otak menghasilkan radikal bebas. Jika dibiarkan, radikal bebas merusak sel otak dan mempercepat penurunan fungsi kognitif. Selenium adalah mineral antioksidan yang bekerja bersama vitamin E untuk menetralkan radikal bebas. Telur termasuk sumber selenium yang mudah diserap tubuh. Dengan rutin makan telur, otak anak mendapat tameng tambahan agar sel-selnya tetap sehat.
6. DHA dari Telur yang Diperkaya
Beberapa produsen kini menjual telur omega-3. Ayamnya diberi pakan biji rami atau ganggang laut sehingga kuning telurnya mengandung DHA lebih tinggi. DHA adalah jenis omega-3 yang menjadi komponen utama struktur otak dan retina mata. Pada studi 163 anak tadi, kelompok yang makan telur juga punya kadar DHA lebih tinggi. Kombinasi kolin dan DHA inilah yang membuat telur unggul untuk perkembangan kognitif.
Berapa Banyak Telur yang Aman untuk Anak?
Untuk bayi 6 sampai 12 bulan, mulai dari kuning telur saja seujung sendok teh, lalu bertahap hingga 1 kuning telur per hari. Usia 1 sampai 3 tahun bisa 1 butir telur utuh per hari. Anak usia sekolah 1 sampai 2 butir per hari masih aman, asal tidak ada alergi dan pola makan keseluruhan tetap seimbang. Jika ada riwayat kolesterol tinggi di keluarga, konsultasikan dengan dokter anak.