Radarkepahiang.id - Daun bawang, bumbu dapur yang tak terpisahkan dari berbagai masakan, kini semakin mudah dibudidayakan bahkan di lingkungan perkotaan. Cara menanam daun bawang hidroponik menjadi solusi inovatif yang memungkinkan siapa saja untuk menanam daun bawang tanpa memerlukan lahan luas. Teknik ini tidak hanya efisien dalam penggunaan air, tetapi juga menjanjikan pertumbuhan tanaman yang lebih cepat serta hasil panen yang lebih bersih dan sehat.
BACA JUGA:Teror Anjing Diduga Rabies di Kepahiang, 7 Warga Jadi Korban dalam Sehari
BACA JUGA:Belanja Pegawai Tembus 44 Persen, Pemkab Kepahiang Usul Gaji PPPK Diambil Alih Pusat
Budidaya daun bawang secara hidroponik menawarkan banyak keuntungan, menjadikannya pilihan ideal bagi para pemula maupun pegiat urban farming. Dengan sistem ini, Anda dapat menikmati pasokan daun bawang segar langsung dari kebun mini di rumah. Artikel ini akan mengulas panduan tentang mengenai cara menanam daun bawang hidroponik, mulai dari persiapan awal hingga proses panen yang menguntungkan.
1. Persiapan Awal Menanam Daun Bawang Hidroponik
Langkah pertama yang krusial dalam memulai budidaya daun bawang hidroponik adalah mempersiapkan segala kebutuhan dengan cermat. Persiapan yang matang akan sangat menentukan keberhasilan panen Anda nantinya.
1. Pemilihan Bibit Daun Bawang
Pemilihan bibit merupakan fondasi utama. Anda memiliki dua pilihan utama untuk mendapatkan bibit daun bawang.
BACA JUGA:Arsip Lama Menumpuk, Tak Bisa Dijual Sembarangan: Pemkab Kepahiang Wajib Ikuti Prosedur Ketat
BACA JUGA:Status Anggaran 'Dibintang' Dana Banpol 2026 Kepahiang Masih Tertahan
Dari Biji: Pilih biji daun bawang berkualitas unggul, bebas hama, dan memiliki daya tumbuh tinggi. Benih daun bawang memiliki ciri khas butiran kecil berwarna hitam. Menanam dari biji akan menghasilkan tanaman yang lebih kuat, sistem perakaran yang lebih baik, dan pertumbuhan yang lebih rimbun, meskipun membutuhkan waktu panen yang lebih lama, sekitar 75-90 hari atau 2,5-3 bulan.
Dari Sisa Dapur (Regrow): Metode ini sangat praktis dan hemat biaya. Anda bisa menggunakan bagian bawah daun bawang yang biasa dibeli di tukang sayur. Cukup potong bagian putih daun bawang yang masih memiliki akar segar, sisakan sekitar 2-3 cm pangkal daun bawang di atas akar.
BACA JUGA:Usut Dugaan Tipikor Disparpora Kepahiang, Total 164 Dokumen Penting Disita Polda Bengkulu
BACA JUGA:Cukai Rokok Naik dan Harga Melambung, Daya Beli Masyarakat Tertekan