Net pot ukuran 5 cm.
Nutrisi hidroponik AB Mix untuk sayuran daun.
Instalasi hidroponik (misalnya sistem NFT, Kratky, atau Wick System).
Alat ukur TDS meter untuk mengukur konsentrasi nutrisi.
pH meter untuk mengukur tingkat keasaman larutan nutrisi.
Wadah atau toples plastik bekas (lebih baik yang berwarna putih) untuk menampung larutan nutrisi.
Gergaji besi/cutter (untuk memotong rockwool).
Tusuk gigi atau semacamnya (untuk membuat lubang tanam di rockwool).
Proses Penanaman dan Perawatan Optimal
Setelah semua persiapan selesai, saatnya memasuki tahap penanaman dan perawatan rutin untuk memastikan daun bawang hidroponik Anda tumbuh subur.
BACA JUGA:Resep Rendang Daging Sapi Empuk Khas Padang, Rahasia Lezat yang Menggugah Selera
1. Penyemaian Bibit
Jika menggunakan rockwool, basahi rockwool hingga lembab, jangan terlalu basah atau terlalu kering. Buat lubang tanam pada rockwool menggunakan tusuk gigi, lalu letakkan 2-3 biji daun bawang di setiap potongan rockwool. Tutup tipis dengan lapisan lembap.
Tempatkan media semai di area teduh dan sejuk selama proses perkecambahan, pastikan kelembapan tetap terjaga. Biji biasanya akan berkecambah dalam 5-7 hari. Setelah pecah benih, buka penutup semaian dan kenakan semaian ke sinar matahari agar tanaman tidak kutilang (kurus tinggi langsing). Jaga kelembaban rockwool dengan menyiram air sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan tanaman.
Untuk bibit dari sisa dapur, rendam bagian pangkal daun bawang yang sudah dipotong (sekitar 2-3 cm) dalam air hingga tumbuh akar dan tunas. Ganti air secara berkala untuk menjaga kebersihannya.
2. Penanaman ke Sistem Hidroponik