Radarkepahiang.id - Cuaca ekstreem dengan intensitas hujan tinggi melanda Kabupaten Kepahiang sepekan terakhir. Akibatnya 1 unit rumah warga di Kelurahan Dusun Kepahiang mengalami erosi, pondasi bagian dapur tergerus mencapai panjang 4 meter dan lebar 3 meter.
Tegerusnya pondasi dapur rumah warga ini dikarenakan pondasi yang tidak kokoh terjadi pada Jum'at 20 Februari 2026. Kepala Pelaksana Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepahiang Hendra, ST mengatakan tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.
BACA JUGA:1 Tahun Masa Kepemimpinan Nata-Hafizh, APBD 'Ngos-ngosan' Tapi Program Prioritas Dijalankan!
BACA JUGA:Analisa Tepat Investasi dengan Emas, Pilihan Bijak untuk Masa Depan yang Lebih Terjamin
"Tergerusnya pondasi rumah warga ini akibat hujan deras dengan intensitas tinggi karena pondasi yang tidak kokoh," kata Hendra.
Selain itu, dikatakan Hendra, akibat hujan disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Kepahiang juga terjadi pohon tumbang. Kejadian pohon tumbang ini menimpa jaringan PLTS, instalasi air minum dan bagian atap milik Puskesmas Tebat Karai.
BACA JUGA:Naik Terus, Cek Update Harga Emas Hari Ini 23 Februari 2026
BACA JUGA:Jembatan Tanjung Alam Tak Kunjung Dibangun, Warga Terpaksa Galang Dana!
"Tim TRC BPBD sudah melakukan evakuasi pohon tumbang di lokasi kejadian, akibat dari pohon tumbang ini jaringan PLTS dan instalasi air minum mengalami rusak berat, sehingga tidak bisa digunakan.
BACA JUGA:Parah! Bulan Puasa Pasangan Bukan Muhrim Kedapatan Nginap di Hotel
BACA JUGA:Penuhi Layanan KJSU, Tahun Ini RSUD Kepahiang Bangun Gedung Senilai Rp4,2 miliar
Disisi lain, Hendra mengimbau agar masyarakat Kabupaten Kepahiang mewaspadai bencana pohon tumbang yang kemungkinan saja bisa terjadi saat cuaca ekstreem melanda. Yakni, untuk rutin melakukan pemangkasan, serta menebang pohon yang usianya sudah tua.