Disway banner

Memprihatinkan, Anggaran Pembinaan Atlet Muda Kepahiang Nol Rupiah

Memprihatinkan, Anggaran Pembinaan Atlet Muda Kepahiang Nol Rupiah

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga--JIMMY/RK

Radarkepahiang.id-Dunia olahraga di Kabupaten Kepahiang tengah berada dalam kondisi memprihatinkan. Dalam dua tahun terakhir, geliat pembinaan atlet muda nyaris tak terlihat. 

Minimnya dukungan anggaran menjadi penyebab utama mandeknya pengembangan prestasi olahraga di Bumi Sehasen. Sejak tahun 2025 hingga memasuki 2026, tidak ada realisasi anggaran dari pemerintah daerah untuk pembinaan atlet. Dampaknya, hampir seluruh cabang olahraga (Pengcab) terpaksa berjalan sendiri tanpa dukungan memadai.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Parpora) Kabupaten Kepahiang, Rudi Andi Sihaloho, ST melalui Kabid Olahraga H. Abdullah, SE, mengakui kondisi tersebut. Ia menyebut, pihaknya sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak lantaran ketiadaan anggaran.

BACA JUGA:PAD Turun, Disparpora Salahkan Peralihan Lahan Untuk Pembangunan Gedung MBG dan Koperasi Merah Putih!

"Sejak 2025 dan tahun ini 2026 juga, anggaran kita Rp 0. Tidak ada anggaran untuk pembinaan atlet," ungkap Abdullah.

Kondisi ini membuat pembinaan atlet muda yang seharusnya menjadi prioritas, justru terabaikan. Pengcab olahraga dipaksa untuk mandiri jika ingin tetap melakukan pembinaan. Namun, tidak semua Pengcab memiliki kemampuan finansial maupun sumber daya untuk bergerak sendiri. Akibatnya, hanya segelintir cabang olahraga yang masih bertahan melakukan pembinaan secara swadaya. Sementara sebagian besar lainnya dipastikan stagnan tanpa aktivitas berarti.

Dalam situasi sulit tersebut, Disparpora Kepahiang menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pembinaan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kepahiang. 

Namun, harapan tersebut juga tidak sepenuhnya bisa diandalkan. Pasalnya, pada Tahun Anggaran (TA) 2026, KONI Kabupaten Kepahiang hanya mendapatkan alokasi dana hibah sebesar Rp100 juta. Jumlah ini dinilai sangat minim jika harus menopang belasan cabang olahraga yang berada di bawah naungannya.

BACA JUGA:Usut Dugaan Tipikor Disparpora Kepahiang, Total 164 Dokumen Penting Disita Polda Bengkulu

"Dengan anggaran sebesar itu, tentu tidak cukup untuk membina semua Pengcab. Jadi memang sangat berat," jelas Abdullah.

Keterbatasan anggaran ini berdampak langsung pada kesiapan daerah menghadapi ajang olahraga, termasuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) yang dijadwalkan berlangsung pada 2026.

Abdullah menegaskan, hingga saat ini proses seleksi atlet bahkan belum dilaksanakan. Hal ini semakin memperkecil peluang Kabupaten Kepahiang untuk berpartisipasi secara maksimal, bahkan berpotensi absen dari ajang tersebut.

"Bagaimana mau mengirim atlet, untuk seleksi saja belum dilaksanakan sampai saat ini," tegasnya.

BACA JUGA:Polda Bengkulu Geledah 6 Lokasi di Kepahiang, Usut Dugaan Manipulasi Anggaran Rp 6,2 Miliar

Sumber: