Sementara dokter umum Ilker Aydin menjelaskan, sebenarnya urine adalah produk cairan yang dilepas oleh tubuh. Jadi di dalamnya ada unsur-unsur yang ingin kita buang. "Ada banyak sisa dari proses metabolisme protein. Juga ada garam dan mineral," kata Aydin.
Pada dasarnya tidak ada fakta jelas, tentang kegunaannya. "Itu mitos yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Tapi tidak ada studi yang membuktikannya," begitu ditambahkan Aydin.
Urine bagus untuk perawatan kulit?
Banyak orang juga menggunakan urine untuk membuat kulit lebih cantik atau lebih lembut. Kedengarannya logis, karena urea juga bisa ditemukan sebagai bahan aktif di banyak krem untuk kulit.
Tina Minkus dari Jerman bercerita, bahwa dia penderita neurodermatitis, dan dia mengenal krem urea. "Tapi itu bukan urine saya sendiri, melainkan krem urea dari apotik", ujar Minkus. Erdem Yücel dari Turki mengemukakan, mungkin urine yang diolah lagi bisa berguna, karena punya aset alamiah. Mungkin itu ada kaitannya dengan keasaman kulit.
Lena Tankova dari Ukraina mengatakan sambil tertawa, "Saya tidak akan pernah menggunakannya untuk muka. Tidak akan." Jadi bagaimana? Apakah urine benar-benar membuat kulit cantik?
BACA JUGA:Akurat! Ini 5 Ciri Hamil Anak Perempuan yang Jarang Sekali Meleset, Nomor 3 Harus Diwaspadai
Pipis Bukan Sekedar Urusan Sampingan
Bagi sebagian besar orang, buang air kecil sekedar hal biasa yang harus terpenuhi. Tapi sebenarnya fungsinya banyak bagi kesehatan.
Harus Sering?
Pada umumnya, tiap orang pipis tujuh kali per hari. Setiap kali pipis biasanya berlangsung sekitar tujuh detik. Kandung kemih bisa menampung 500-600ml urin, atau volumenya setara tiga sampai empat gelas air minum. Setiap kali pipis urin harus dikelularkan dari kandung kemih sebanyak mungkin.