Terapi Urine Membuat Cantik dan Sehat. Mitos atau Fakta ?

Minggu 16-07-2023,18:30 WIB
Reporter : **
Editor : **

Urin mengandung sekitar 3.000 komponen. Menurut studi tahun 2013, urin terdiri dari air 95% dan urea 3%, yaitu sisa pengolahan protein oleh tubuh. Selain itu sodium, kreatin, potasium dan chlorid. Demikian dijelaskan Lubetzky. Zat lain juga bisa ditemukan dalam urin, tapi dalam jumlah yang sangat sedikit.

 

Urin Tidak Bebas Dari Bakteri

“Secara umum orang menganggap urin steril, tapi sebenarnya itu juga bisa terinfeksi,” demikian Dr. Benjamin Brucker, asisten profesor bidang urologi pada NYU Langone Medical Center. Sebuah studi dari tahun 2014 mengungkap hal ini. Di kandung kemih bisa saja ada bakteri yang hidup, dan itu normal, demikian ditambahkan Brucker.

 

Warna Urin Jadi Petunjuk tentang Kesehatan

Warna urin segera menunjukkan apakah Anda cukup minum air atau tidak. Warna kuning yang semakin tua menunjukkan Anda kekurangan minum air. Tapi warna urin juga bisa menunjukkan masalah kesehatan, demikian Dr. Inderbir Gill, dari USC Institute of Urology. Misalnya warna merah bisa jadi petunjuk gangguan pada ginjal atau bahkan kanker.

 

Merasa Sakit?

Rasa sakit yang timbul ketika pipis juga jadi tanda, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Rasa sakit ibaratnya seruan tubuh yang minta diperhatikan. Rasa sakit bisa disebabkan infeksi pada ginjal, kandung kemih atau uretra. Demikian penjelasan Dr. Michelle Lubetzky dari Montefiore Medical Center.

BACA JUGA:Sedikit Lagi Gaji PNS Naik 7 Persen, Cek Besaran Gaji PNS Berdasarkan PP 15 Tahun 2019

 

Menahan Pipis Tidak Berbahaya

"Kemungkinannya kecil, bahwa orang akan mengalami gangguan kesehatan, jika menahan pipis. Tapi tentu saja pergi ke toilet setiap beberapa jam lebih baik daripada menahannya. Karena secara teoretis menahan pipis bisa menyebabkan infeksi. Jika dilihat warnanya, urin yang keluar tanpa ditahan lebih terang daripada yang ditahan,” demikian Brucker.

 lebih jauh mengatakan; "Ada produk-produk yang menggunakan urea atau urea yang diolah menjadi krem atau salep." Katanya itu bisa membantu melawan gatal dan peradangan. Ada laporan yang mengatakan, itu menolong manusia.

Dokter kulit Uwe Schwichtenberg mengungkap, kalau orang menggunakan krem yang mengandung urea di kulit, maka molekul urea menyerap ke dalam kulit. Dan molekul juga membawa air ke kulit dan menyimpannya di sana, dan membuat kulit elastis. Jadi itu bagus.

Kategori :