Bupati Rejang Lebong Ajak Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi BPS
Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP, M.Si--Gatot/RK
Radarkepahiang.id – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar, untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS).
Ajakan itu disampaikan Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP, M.Si, agar para pelaku usaha menerima petugas sensus yang akan turun ke lapangan, serta memberikan data yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Mari sama-sama kita menyukseskan pelaksanaan sensus ekonomi tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik," ujar Bupati dalam imbauan resminya.
Hendri menambahkan, data yang akurat dinilai penting agar kebijakan ekonomi daerah bisa tepat sasaran, iklim usaha makin kondusif, dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
BACA JUGA:Siap Digelar, SAOS Fest 2026 Siap Ramaikan HUT Curup ke-146
"Data yang baik akan membantu kita menyusun langkah pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan di lapangan," singkatnya.
Sensus ekonomi sendiri dilakukan Badan Pusat Statistik terhitung tanggal 1 Mei - 31 Agustus 2026. Sebelumnya, Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Ir. Win Rizal, ME, mengatakan jika Sensus Ekonomi yang digelar setiap 10 tahun sekali berperan penting untuk memotret struktur ekonomi Indonesia secara menyeluruh. Sensus ini juga merekam perubahan karakteristik kegiatan usaha dari waktu ke waktu.
BACA JUGA:Aktivitas Transportasi Bengkulu Naik Tajam pada Maret 2026
Win Rizal menyebut kondisi ekonomi nasional sudah banyak berubah sejak sensus terakhir pada 2016. Salah satu perubahan besar adalah pesatnya perkembangan ekonomi digital yang kini menjadi tulang punggung banyak sektor usaha.
"Dulu ekonomi digital belum dominan, sekarang justru menguasai banyak sektor. Melalui sensus ini kami ingin melihat sejauh mana pergeseran itu terjadi di lapangan," jelasnya.
Selain ekonomi digital, BPS juga menyoroti UMKM dan ekonomi berkelanjutan. Kedua sektor ini dinilai krusial karena menopang perekonomian nasional sekaligus erat kaitannya dengan isu lingkungan.
"Selama ini kita menghitung ekonomi lewat PDRB yang fokus pada pemanfaatan sumber daya alam. Tapi dampak lingkungan dari aktivitas ekonomi itu belum banyak diukur. Lewat Sensus Ekonomi 2026, aspek itu juga akan kami tangkap," kata Win Rizal.
Dengan adanya Sensus Ekonomi tersebut, masyarakat Rejang Lebong diminta menerima petugas BPS, memberikan jawaban jujur, dan menyajikan data yang akurat demi pembangunan daerah yang lebih maju dan berkelanjutan.
Sumber:




