Meriahkan May Day 2026, Pasar Murah di Rejang Lebong Diserbu Warga
Pasar murah yang digelar Jumat, 1 Mei 2026, di halaman GOR Curup diserbu warga--Gatot/RK
Radarkepahiang.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Rejang Lebong berlangsung meriah dan bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah atau pasar murah yang diinisiasi DPC KSPSI Rejang Lebong bersama Pemkab Rejang Lebong dan Perum Bulog yang digelar Jumat pagi, 1 Mei 2026, di halaman Gedung Olahraga (GOR) Curup.
Kegiatan yang mengangkat tema “May Day 2026 Rejang Lebong: Pekerja Sejahtera, Pangan Terjaga, Ekonomi Berjaya” itu disambut antusias warga. Sejak pagi, ribuan masyarakat Rejang Lebong dan sekitarnya memadati halaman GOR Curup untuk berburu kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar.
BACA JUGA:Polres Rejang Lebong Gelar Apel Siaga Amankan May Day 2026
Berbagai bahan pangan ludes diserbu warga. Minyak goreng dijual Rp15 ribu per liter, gula pasir Rp17 ribu per kilogram, dan beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp58 ribu. Tak hanya itu, telur, bawang merah, cabai merah, serta sejumlah kebutuhan pokok lain juga habis dibeli warga karena harganya jauh lebih murah dari harga pasaran.
Hadir langsung memantau kegiatan, Asisten II Setdakab Rejang Lebong Titin Verayensi, Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir, SIK, MH, Pemimpin Cabang Bulog Rejang Lebong A Musalim Yudha, perwakilan Kodim 0409/Rejang Lebong, Ketua DPC KSPSI Rejang Lebong Edi Sarmiki, SH, serta sejumlah kepala OPD.
Ketua DPC KSPSI Rejang Lebong Edi Sarmiki mengatakan jika peringatan May Day tahun ini sengaja dikemas dengan aksi nyata yang langsung menyentuh pekerja dan masyarakat.
''Kami ingin Hari Buruh bukan sekadar seremonial, tapi benar-benar kasih manfaat. Lewat Gerakan Pangan Murah ini, warga bisa dapat bahan pokok dengan harga terjangkau,'' jelas Edi.
BACA JUGA:May Day 2026, Polres Rejang Lebong Buka Pengobatan Gratis dan Layanan SIM Keliling
Edi menambahkan, saat ini Anggota SPSI di Rejang Lebong ada sekitar 7.000 orang dan masih terus di data. Ia menekankan jika KSPSI adalah organisasi independen yang tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun.
Ia berharap ke depannya pekerja di Rejang Lebong bisa bekerja lebih layak dan kolaborasi dengan pemerintah daerah semakin kuat.
''Harapannya, peringatan May Day di Rejang Lebong kedepan bisa lebih besar, lebih meriah, dan diisi kegiatan sosial lain yang langsung dirasakan masyarakat,'' tutupnya.
Sementara itu, Pemimpin Cabang Bulog Rejang Lebong, A Musalim Yudha, menegaskan jika semua komoditas yang dijual di pasar murah hari ini dipatok di bawah harga pasar, bahkan lebih rendah dari HET.
"Beras SPHP yang di luar Rp60 ribu, kami lepas Rp58 ribu. Gula cuma Rp17 ribu, Minyakita Rp15 ribu. Stok aman, semua warga yang datang pasti kebagian," tegas Yudha.
Bagi Pemkab Rejang Lebong, kegiatan ini bukan sekadar bagi-bagi sembako murah. Asisten II Setdakab, Titin Verayensi, menyebut Gerakan Pangan Murah adalah wujud nyata perhatian pemerintah kepada pekerja sekaligus jurus menahan laju harga bahan pokok.
Sumber:




