Akhir April, Segini Progres Pembangunan 2 Jembatan Gantung Garuda di Rejang Lebong
Kegiatan pembangunan infrastruktur Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan DwiTunggal Rejang Lebong beberapa waktu lalu--Ist/RK
Radarkepahiang.id - Dua titik pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang dibangun Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong terus digenjot. Proyek ini jadi harapan baru warga pedesaan untuk memutus keterisolasian dan mendongkrak ekonomi lokal.
Di Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, pembangunan jembatan gantung mulai menunjukkan progres. Hingga Selasa 28 April 2026, progres fisik tercatat berada pada persentase 29 persen. Dan saat ini, tim di lapangan tengah mengerjakan pemasangan besi stik sumuran lantai dasar sisi kiri. Tahap ini krusial sebagai fondasi sebelum konstruksi utama dikebut.
Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, mengapresiasi semangat gotong royong warga sekitar yang mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jembatan.
BACA JUGA:UPTD PPA Rejang Lebong Buka Pengaduan Masyarakat
"Diharapkan pembangunan tuntas sesuai target agar manfaatnya cepat dirasakan," katanya.
Jembatan Desa Lubuk Bingin Baru ini nantinya akan jadi urat nadi bagi 341 kepala keluarga atau 621 jiwa. Mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani bakal lebih mudah mengangkut hasil panen. Akses ke sekolah, puskesmas, dan pasar juga makin terbuka.
“Bagi petani, waktu itu uang. Kalau akses lancar, biaya angkut turun, pendapatan naik,” ujar Agung.
Sementara itu, satu titik pembangunan Jembatan Gantung Garuda lainnya yang berada di Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup, progresnya lebih cepat, mencapai 39 persen per Senin 27 April 2026.
Fokus pengerjaan saat ini adalah pengelasan tiang pilon, struktur utama penopang jembatan sepanjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter itu. Pekerjaan dilakukan hati-hati demi menjamin kekuatan jangka panjang.
BACA JUGA:Tempo Dua Pekan, Polres Rejang Lebong Tangkap 12 Tersangka Narkoba
Begitu rampung, jembatan ini akan menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap. Dampaknya langsung dirasakan 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa.
Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan juga bakal melancarkan distribusi komoditas pertanian. Ongkos angkut diprediksi turun, harga jual hasil bumi warga bisa lebih bersaing.
Letkol Inf Agung Lewis Oktorada menegaskan, pembangunan dua jembatan ini wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat.
''Ini bukti kalau kebersamaan TNI dan warga bisa hadirkan kemajuan. Jembatan bukan cuma besi dan semen, tapi simbol persatuan,'' tutupnya.
Sumber:




