Kopi Bengkulu Disiapkan Go International Lewat Program Hilirisasi
Rapat koordinasi Pemprov Bengkulu bersama Rektor Universitas Bengkulu, Indra Cahyadinata, pada Jumat 17 April, di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur--Gatot/RK
Radarkephiang.id – Kopi Bengkulu tak mau terus-terusan jadi bahan mentah. Pemerintah Provinsi Bengkulu tancap gas mendorong hilirisasi kopi di daerah tersebut agar punya nilai tambah dan daya tawar di pasar global.
Langkah strategis tersebut bakal disampaikan langsung ke Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Pangan Nasional (Menteri PPN/Kepala Bappenas) RI, Rachmat Pambudy, saat kunjungan kerja ke Bengkulu pada 23–24 April 2026 mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyebut jika komoditas kopi jadi salah satu agenda utama yang akan dibahas kepada menteri PPN/Bappenas. Fokusnya jelas, memperkuat hilirisasi dan mengerek nilai jual kopi lokal.
"Pak Menteri rencananya akan duduk bareng pelaku ekonomi kopi. Mulai dari petani, eksportir, sampai pemilik kedai kopi semua diajak bicara," kata Herwan.
BACA JUGA:Bengkulu Perkuat Peringatan Dini Kebencanaan, Siaga Hadapi Ancaman Megathrust
Rachmat Pambudy sendiri bukan orang baru di dunia agribisnis. Latar belakangnya sebagai akademisi dan praktisi kewirausahaan dinilai pas untuk mengawal arah pengembangan kopi Bengkulu menuju visi Indonesia Emas 2045.
Provinsi Bengkulu sendiri punya modal kuat. Provinsi ini tercatat sebagai salah satu lumbung kopi robusta terbesar di Sumatra dengan luas lahan 85.703 hektare. Sentra produksinya tersebar di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Lebong.
Soal rasa, kopi Bengkulu punya karakter khas. Faktor geografis, iklim, dan tanah perkebunan ditambah proses olah alami bikin cita rasanya lebih kuat dan autentik.
Persiapan kunjungan Menteri Bappenas sudah dimatangkan lewat rapat koordinasi bersama Rektor Universitas Bengkulu, Indra Cahyadinata, pada Jumat 17 April, di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur.
BACA JUGA:Kalah dari Riau, Harga Sawit Bengkulu Dipatok Rp3.463 per Kg
Direncanakan agenda kunjungan utama akan dipusatkan di Gedung Serba Guna Unib dan berbarengan dengan HUT ke-44 Universitas Bengkulu pada 24 April.
"Tanggal 24 April itu pas HUT ke-44 Unib. Akan ada rapat senat yang dihadiri 1.500 sampai 2.000 mahasiswa dan sivitas akademika," ungkap Indra.
Dengan hilirisasi, kopi Bengkulu diharapkan tak lagi sekadar dijual dalam bentuk biji. Tapi naik kelas jadi produk olahan bernilai tinggi yang siap bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Sumber:




