Gas Melon Langka Ditengah Masyarakat, Kuota untuk Kepahiang Malah Berkurang!
Gas Melon Langka Ditengah Masyarakat, Kuota untuk Kepahiang Malah Berkurang!--Reka Fitriani
Radarkepahiang.id - Menghadapi Ramadhan 1447 H, masyarakat merasakan kelangkaan gas LPG 3 Kilogram mulai terjadi di Kabupaten Kepahiang. Fenomena ini, kerap kali terjadi menghadapi hari-hari besar keagamaan, terutama saat konsumsi dan permintaan kebutuhan meningkat saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
Bahkan, tak sedikit masyarakat yang harus membeli gas 3 kilogram bersubsidi diatas HET yang seharusnya Rp21 ribu sampai dengan Rp22 ribu di pangkalan. Masyarakat harus membeli gas mencapai Rp35ribu per tabung nya di warung-warung.
BACA JUGA:'Jaksa Menyapa' Kejari Kepahiang Gelar Pasar Murah Sambut Ramadhan 1447 H
BACA JUGA:Usai Geledah Rumah Bando Amin, Kejari Kepahiang Akan Periksa Instansi Pemerintah!
"Hingga saat ini kita belum menerima laporan terkait gejolak kelangkaan gas LPG 3 Kilogram, termasuk gas yang dijual diatas HET," kata Kadis Perdagangan, Kop dan UKM Kepahiang Herman Zamhari, Mp Jum'at 13 Februari 2026.
Namun, dijelaskan Herman, pihaknya akan memanggil dua agen penyalur gas LPG 3 Kilogram untuk Kabupaten Kepahiang terkait dengan persoalan gas di daerah.
BACA JUGA:1 Box Besar Berisi 20 Dokumen Penting Disita Jaksa Dari Rumah Bando Amin
"Kita juga akan melakukan sidak ke pangkalan-pangkalan, apa yang sebenarnya menjadi penyebab kelangkaan gas ini," ujar Herman.
Sementara itu, berdasarkan SK yang diterima instansi terkait besaran alokasi atau kuota LPG 3 kilogram per kabupaten Kepahiang tahun 2026 malah mengalami penurunan. Yakni, Kabupaten Kepahiang hanya mendapatkan alokasi kuota sebanyak 3.824 tabung per bulannya, kuota ini berkurang dari alokasi sebelumnya yang mencapai 4.400 tabung per bulannya.
BACA JUGA:Ada Dugaan Hilangnya Aset Lahan Pemkab Kepahiang di Kawasan GOR Tebat Monok!
Sumber:










