Awas Kasus DBD Naik Terus

Awas Kasus DBD Naik Terus

DOK/RK : Kabid P2P Dinkes Kabupaten Kepahiang, Wisnu Irawan, S.Kep, MM--

RK ONLINE - Masyarakat Kabupaten Kepahiang masih dihantui serangan Demam Berdarah Dengue (DBD), terlebih pancaroba seperti sekarang Aedes Aegypti mudah berkembang biak di wadah-wadah tergenang air.

 

Apalagi berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang, sepanjang tahun 2022 hingga November ini kasus DBD di Kabupaten Kepahiang sudah 101 kasus tersebar di 13 Puskesmas.

 

Data tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, H. Tajri Fauzan, S.KM, M.Si melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Wisnu Irawan, S.Kep, MM ketika dikonfirmasi wartawan Radar Kepahiang pada Rabu (23/11) kemarin.

 

Menurutnya, 101 kasus DBD yang menyerang masyarakat Kabupaten Kepahiang pada tahun ini meningkat pesat dibandingkan kasus DBD sepanjang tahun 2021 lalu yang hanya 53 kasus.

 

"Peningkatan kasus DBD di Kabupaten Kepahiang tahun ini cukup tinggi, hampir 100 persen. Sementara tahun ini masih menyisakan sebulan lebih, berpotensi ada penambahan di tengah pancaroba saat ini. Sebab itulah kami dari Dinas Kesehatan yang membidangi persoalan ini mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada," kata Wisnu.

 

Lebih lanjut diterangkan Wisnu, dari 101 kasus DBD yang terdata di 13 Puskesmas di Kabupaten Kepahiang, kasus DBD terbanyak terjadi di wilayah kerja Puskesmas Pasar Kepahiang Kecamatan Kepahiang, sebanyak 44 kasus. Urutan kedua, di wilayah kerja Puskesmas Kelobak Kecamatan Kepahiang 19 kasus.

 

"Dari 13 Puskesmas di Kabupaten Kepahiang, hanya Puskesmas Bukit Sari Kecamatan Kabawetan yang tidak ada laporan kasus DBD. Kami tidak tahu pasti, apakah memang tidak ada kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas tersebut, atau ada kasus tapi tidak dilaporkan oleh masyarakatnya, atau masyarakatnya berobat ke Puskesmas lain," papar Wisnu.

 

Sumber: