10 Saksi Diperiksa Penyidik Polres Kepahiang

10 Saksi Diperiksa Penyidik Polres Kepahiang

Kasat Reskrim Polres Kepahiang Iptu. Doni Juniansyah, SM saat menjelaskan pemeriksaan 10 saksi perkara SDN 6 Kepahiang.--

RK ONLINE - Hingga Rabu 7 September 2022 kemarin, sedikitnya ada 10 saksi sudah diperiksa penyidik Sat Reskrim Polres Kepahiang Polda Bengkulu terkait laporan dugaan penggelapan seragam pelajar SDN 6 Kepahiang.

 

Kapolres Kepahiang, AKBP. Yana Supriatna, S.IK, M.Si melalui Kasat Reskrim, Iptu. Doni Juniansyah, SM mengatakan jika dari 10 saksi yang sudah diminta keterangan, termasuk keterangan dan klarifilasi terhadap terlapor RH sebagai mantan kepala SDN 06 Kepahiang. Dari pemeriksaan, RH mengakui jika dirinya menerima pembayaran uang pengadaan seragam dari wali murid. Hanya saja menurutnya, belum seluruh wali murid membayar lunas untuk 3 seragam yang dipesan di Kota Bandung ini.

BACA JUGA:BREAKING NEWS: 4 Penambang Emas Lebong Ditemukan Tewas Dalam Lobang Galian

"Dari hasil pemeriksaan 10 saksi ini diketahui jika totalnya ada 40 wali murid yang memesan seragam. Yakni 25 wali murid sudah membayar lunas, 10 wali murid masih menyicil dan 5 wali murid lainnya, sudah menerima pengembalian uang. Uang tersebut dikembalikan karena pelajar yang bersangkutan sudah tamat," terang Doni.

BACA JUGA:Awas! Ada Pohon Sebesar Tronton Blokir Jalan di Liku 9

Dalam kasus ini lanjut Doni, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi lainnya. Sehingga kebenaran dalam perkara ini dapat terungkap.

 

"Untuk pemeriksaan dan penyelidikan akan berlanjut hingga tuntas. Saksi lainnya juga akan dipanggil," demikian Doni.

 

Sekedar mengulas, Rabu 31 Agustus lalu puluhan wali murid SDN 6 Kepahiang mendatangi Mapolres Kepahiang. Emat-emak yang rata - rata dari Desa Kelilik Kecamatan Kepahiang ini, datang melaporkan RH selaku mantan kepala SD 6 Kepahiang. 

BACA JUGA:Eee! Ada Tornas Jualan Sayur di Kepahiang

Dalam laporan ke Polres Kepahiang itu, wali murid menyebutkan terlapor selalu ingkar janji dan tidak kunjung menyerahkan 3 seragam sekolah (Batik, muslim, dan olahraga, red) yang sudah dibayar Rp 360 ribu/anak pada tahun 2020 lalu. 

 

Sumber: