Belum Ada Solusi Terkait Terbatasnya Pasokan BBM

Belum Ada Solusi Terkait Terbatasnya Pasokan BBM

DOK/RK : ANTRE : Mobil truk mengantre BBM di SPBU Kelobak. --

RK ONLINE - Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) sepertinya memang terbatas di Kabupaten Kepahiang. Ini dibuktikan dengan panjangnya antrean di dua titik SPBU yang ada. Bahkan untuk jenis bahan bakar biosolar sempat mengalami kelangkaan. Padahal sebelumnya pihak SPBU sebelumnya memastikan jika pasokan BBM sama seperti sebelum-sebelumnya dan tidak ada pengurangan. 

Mengenai terbatas BBM ini, Pemerintah Kabupaten Kepahiang belum mengambil langkah - langkah mencari solusinya. Demikian disampaikan Wakil Bupati, H. Zurdi Nata, S.Ip. Padahal terbatasnya BBM berdampak pada sektor perekonomian masyarakat seperti terhambatnya distribusi pasokan barang ke daerah yang berdampak pada kenaikan harga-harga sembilan bahan pokok misalnya. 

"Sebenarnya untuk mengusulkan penambahan pasokan BBM ke daerah diperlukan koordinasi langsung ke Pertamina. Selanjutnya, persoalan lainnya adalah faktor kenaikan.Tentu berdampak pada semua lini, sementara solusi itu kita akan berkoordinasi dulu," kata Wabup.

 

BACA JUGA:Nginap di SPBU Baru Dapat Solar

 

Sebenarnya, sambung Wabup, pembatasan pembelian BBM subsidi dapat dibatasi oleh pihak SPBU sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga tidak adanya permainan pembelian BBM bersubsidi, dalam hal ini agar bahan bakar bersubsidi tepat sasaran.

"Seperti mobil truk pertambangan, itu tidak boleh menggunakan solar subsidi. Dan ketentuan-ketentuan lain yang harus diperhatikan oleh SPBU sesuai dengan aturan yang ada. Kemudian membatasi pembelian yang berulang-ulang," singkat Wabup.

Sumber: