Posko Covid-19 di Perbatasan Kepahiang-Curup Dibongkar

Posko Covid-19 di Perbatasan Kepahiang-Curup Dibongkar

RK ONLINE - Posko yang didirikan untuk pelayanan Covid-19 di perbatasan Kepahiang-Rejang Lebong (Curup), tepatnya di depan kantor Kecamatan Merigi di bongkar, Selasa (31/03/20) sekitar pukul 10.00 WIB. Pantauan Wartawan RK Online, seluruh peralatan dialihkan ke Kecamatan Bermani Ilir tepatnya di posko Desa Muara Langkap.

Diketahui posko di Kecamtan Merigi ini hanya bertahan 3 hari saja untuk pelayanan pencegahan wabah Covid-19. Padahal Provinsi Bengkulu sendiri sudah masuk zona merah, lantaran sudah ditemukan 1 pasien positif terpapar Covid 19.

Camat Merigi Holil Bermani, S. Sos, M. Si mengatakan, semula posko di Kecamatan Merigi berada di terminal dan akhirnya di pindahkan ke depan kantor camat Merigi. Selama posko berdiri, terima laporan dari masyarakat kalau riwayat perjalanan luar Bengkulu, mengukur suhu tubuh dan menyediakan cuci tangan. Baca Juga : Gubernur Rohidin Usulkan Kenaikan Pangkat Istimewa Tenaga Medis

"Sejak operasi Kamis 26 Maret - Sabtu 28 Maret poskonya operasi, kalau untuk penyemprotan kendaraan lewat yang masuk Kepahiang memang belum dilakukan," kata Holil, Selasa (31/03/2020).

Terpisah, Zekkab Kepahiang Zamzami Zubir, SE, MM menyampaikan, untuk posko di Kecamatan Merigi memang dipindahkan. Pendirian posko sebelumnya dilakukan lantaran belum adanya netralisasi kendaraan yang masuk ke Kepahiang (Perbatasan Sumsel-Bengkulu). Tapi sekarang Kabupayen Rejang Lebong sudah mendirikan posko di perbatasan Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) dengan Lubuklinggau.

"Kita sudah koordinasi dengan RL dan mendirikan posko di perbatasan PUT. Artinya dari Sumsel sudah di netralkan di PUT dan untuk Kabupaten Kepahiang memfokuskan di Bermani Ilir," Zamzami selaku Ketua gugus tugas Covid-19 Kabupaten Kepahiang. Pewarta : Efran Antoni Editor     : Candra Hadinata 

Sumber: