Fasilitas Seadanya, Rest Area Sido Makmur Sulit Capai Target PAD

Fasilitas Seadanya, Rest Area Sido Makmur Sulit Capai Target PAD

RK ONLINE - Mulai tahun ini, Dinas Parpora Kabupaten Kepahiang mulai menerapkan Perda jasa retribusi guna meraup PAD. Salah satu sumber PAD yang dibidik adalah kawasan rest area Desa Sido Makmur Kecamatan Kabawetan.

Di sana terdapat 6 titik bangunan fisik terdiri dari 2 unit gazebo, 1 unit toilet, 1 unit alun - alun serta 2 unit bangunan lainnya. Anggaran miliaran sebelumnya, sudah dihabiskan dari APBD kabupaten. Sayangnya, apa yang dihasilkan belum sesuai ekspektasi memenuhi kebutuhan pengunjung.

Diketahui, tak kurang Rp Rp 6,1 miliar digelontorkan APBD kabupaten guna memperindah kawasan wisata kebun teh Kabawetan dengan sejumlah fasilitas pendukung di dalamnya. Termasuk, guest house, penataan lapangan Sido Rejo hingga kawasan rest area di Sido Makmur.

Pantauan RK di lokasi, Selasa (25/02/2020) siang tak terlihat petugas jaga. Di sekitarnya, tak banyak terlihat pengunjung. Hanya ada sepasang remaja sedang asyik berpacaran. Diketahui, pengelolaan rest area diambil alih BUMDes dengan target PAD mencapai Rp 5 juta/tahun. Baca Juga : Bapak Setubuhi Anak Tiri Yang Masih Duduk di Bangku SD Sejak 2017 

Diwawancarai RK, Sekdes Sido Makmur, Wiwit Ardiansyah mengaku pesimis memenuhi target PAD yang telah ditentukan. Bukan tanpa alasan, pihaknya hanya mampu mengelola sektor parkir dalam mendapatkan PAD. Tak ada pemasukan bisa diharapkan, dari sederet bangunan yang sudah didirikan.

"Kalau hanya gazebo saja PAD belum optimal, menarik pengunjung," nilai Wiwit.

Sejak kawasan rest area dibangun lanjutnya, pemasukan dari sektor parkir dalam sepekan hanya dikisaran Rp 70 ribu saja. Itupun diperoleh maksimal saat akhir pekan.

"Kalau hari Senin - Jumat palingan Rp 20 ribu, untuk Sabtu - Minggu Rp 50 ribu. Jadi sulit untuk mencapai Rp 5 juta/ tahun," kata Wiwit.    Pewarta : Efran Antoni Editor     : Candra Hadinata 

Sumber: