Pemkab Kepahiang Gandeng Bank Bengkulu, Wujudkan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan
Pemkab Kepahiang Gandeng Bank Bengkulu, Wujudkan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan--Reka Fitriani
Radarkepahiang.id - Guna meningkatkan transparansi keuangan dan untuk mendorong pengelolaan keuangan daerah yang lebih akuntabel dan efisien melalui digitalisasi dan penggunaan layanan perbankan, Pemerintah Kabupaten Kepahiang menggandeng PT. Bank Bengkulu. Antara Pemkab Kepahiang dan Bank Bengkulu melakukan penandatangan kesepakatan bersama, pada Selasa 21 Oktober 2025.
BACA JUGA:Dinsos Kepahiang Ingatkan! Stiker Dilepas, Hak Bantuan Sosial Bisa Hilang
BACA JUGA:Cek Disini! 2 Aplikasi Penghasil Uang Terbukti Membayar ke Dompet Digital
Bupati Kepahiang H. Zurdinata, S.Ip menjelaskan, penandatangan kerjasama ini dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dengan PT. Bank Bengkulu mengenai penyediaan layanan perbankkan melalui aplikasi Siskeudes online dan implementasi transaksi non-tunai di tingkat desa.
BACA JUGA:Proyek Penanggulangan Bencana Diprotes Warga, BPBD Kepahiang ke Kejari
BACA JUGA:Minta Waktu 3 Hari, Bupati Bakal Jatuhkan Sanksi ASN Kepahiang Pelaku Penistaan Agama
"Pemkab Kepahiang berupaya meningkatkan transpransi, akuntabilitas pengelolaan keuangan, seperti salah satunya pengelolaan Siskeudes dan transaksi non tunai. Dengan harapan, penyaluran anggaran dapat terlaksana dengan tepat," sampai Bupati.
BACA JUGA:ASN Kepahiang Pelaku Penistaan Agama Pernah Tersandung Kasus Narkoba!
BACA JUGA:Enggan Rumahnya Dipasang Stiker Miskin, Penerima BPNT di Kepahiang Pilih Mundur
Dikatakan bupati, enerapan digitalisasi keuangan daerah juga dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dan memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai pembayaran, seperti pajak daerah, pajak pusat, maupun retribusi lainnya.
BACA JUGA:Cair Akhir Oktober Ini, Penyaluran Bansos Tidak Lagi Melalui Kantor Pos
BACA JUGA:Totalnya Rp7,5 Miliar, Sebanyak 9,6 Ribu Peserta BPJS Kesehatan di Kepahiang Menunggak Iuran!
"Dengan sistem pembayaran digital, masyarakat bisa melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja secara real-time. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan serta mengurangi potensi kebocoran pendapatan daerah,” ujar Zurdi Nata.
Sumber:

