Radarkepahiang.id - Kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah Kabupaten Kepahiang sejak sepekan terakhir mulai berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang mencatat adanya lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga mencapai 50 persen dalam beberapa hari terakhir.
BACA JUGA:Bupati Zurdi Nata Tegaskan Kepahiang Siap Sukseskan Program Swasembada Bawang Putih Polda Bengkulu
BACA JUGA:Divonis 3 Tahun Penjara Kasus Penggelapan Uang Kopi Rp 2,2 Miliar, 'Paman Penakluk Naga' Bungkam!
Asap tebal yang diduga merupakan kiriman dari provinsi tetangga tersebut membuat ruang udara dan langit Kepahiang tampak pekat. Kondisi ini tidak hanya membatasi jarak pandang warga saat beraktivitas di luar rumah, tetapi juga memicu berbagai gangguan pernapasan.
BACA JUGA:Tampil Fresh Natural, Ini Rekomendasi Powder Blush On
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, Tajri Fauzan, mengonfirmasi bahwa dampak kabut asap kini mulai dirasakan langsung oleh warga. Banyak masyarakat yang mengeluhkan gejala gangguan kesehatan seperti sesak napas dan batuk-batuk.
"Melihat kondisi kabut asap tebal yang saat ini menyelimuti wilayah Kepahiang, warga mulai mengalami gejala sesak napas, batuk, dan gangguan pernapasan lainnya," ujar Tajri.
BACA JUGA:Kulit Kusam Tampak Lebih Cerah, Ini 5 Rekomendasi Sheet Mask
Menanggapi lonjakan kasus ISPA tersebut, Dinkes Kepahiang mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Warga juga diminta untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta selalu mengonsumsi air putih yang cukup.
"Kami berharap masyarakat Kepahiang bisa lebih waspada dan menjaga pola hidup sehat. Salah satu langkah pencegahan terpenting saat ini adalah selalu menggunakan masker ketika harus bepergian atau beraktivitas di luar rumah," imbau Tajri.