Agar BB Cepat Turun, Ini Menu Ideal untuk Sarapan

Jumat 21-08-2026,08:06 WIB
Reporter : Reka Fitriani
Editor : Hendika

Radarkepahiang.id - Bagi orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan, sarapan sering kali menjadi momen yang membingungkan. Tak sedikit yang ragu menentukan waktu yang pas serta menu sarapan, yang ampuh menahan lapar lebih lama tanpa merusak jumlah kalori.

BACA JUGA:Warga Keluhkan Pendataan Bedah Rumah Berulang-ulang, Minta Birokrasi Lebih Simpel

BACA JUGA:Pemkab Kepahiang Serius Dorong Pengembangan Energi Panas Bumi, Bupati Zurdi Nata Teken MoU di IIGCE 2026

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, membeberkan batas waktu ideal untuk menyantap sarapan. Menurutnya, waktu sarapan sebaiknya dilakukan sebelum memasuki jam 9 pagi."Yang namanya sarapan berarti pagi ya. Jadi jam 9 itu sudah terakhir banget yang namanya sarapan," ujar dr Yaze.

 

Mengenai pilihan menu, dr Yaze menyarankan untuk memprioritaskan asupan tinggi protein dan serat. Kombinasi kedua nutrisi ini efektif memberikan rasa kenyang yang bertahan lebih lama, sehingga mencegah keinginan untuk makan berlebih di siang hari."Porsinya untuk pagi itu enggak harus terlalu banyak," tambahnya.

BACA JUGA:Kejari Kepahiang Gelar Lomba Fotografi dan Videografi Humanisme, Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini!

dr Yaze memahami bahwa mobilitas saat pagi yang padat kerap membuat seseorang tidak memiliki banyak waktu untuk memasak. Oleh karena itu, ia memberikan beberapa racikan menu sarapan yang praktis dan ramah untuk pelaku diet:

- Sandwich gandum: Satu lembar roti gandum (karbohidrat kompleks) yang diisi dengan daun selada (serat) dan telur rebus (protein).


- Kombinasi telur dan alpukat: Tanpa karbohidrat tambahan, hanya mengandalkan protein dari telur rebus serta lemak sehat dan serat dari buah alpukat.


- Alternatif cepat: Susu, yogurt, serta tambahan buah-buahan segar.

BACA JUGA:Hempas Wajah Kusam! 4 Brightening Pad Ini Solusi untuk Wajah Cerah

Bagi yang memiliki waktu luang di pagi hari, pilihan sumber protein dapat lebih bervariasi.
"Protein bisa dari telur atau tahu tempe, itu masih oke. Kalau misalnya ada waktu untuk masak ikan atau ayam, itu oke juga, enggak ada masalah," terang dr Yaze.

BACA JUGA:Dukung Swasembada Pangan Nasional, Polres Kepahiang Ikuti Penanaman Bawang Putih Serentak Bersama Poktan Cempa

"Kalau misalnya enggak ada waktu, mungkin lebih cepat memang serat sama protein," sambung dia.


Ia menekankan bahwa kunci sarapan diet yang sukses terletak pada kemudahan persiapan dan ketepatan kombinasi nutrisi, bukan pada rumitnya menu yang disajikan.


"Jadi biasanya makan makanan yang tinggi protein, yang tinggi serat, yang gampang untuk dimasak atau gampang untuk dikonsumsi," pungkasnya.

Kategori :