Radarkepahiang.id - Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepahiang saat ini mengalami penurunan kunjungan, rata-rata hanya 10 hingga 20 orang saja per harinya. Harusnya, perpustakaan mengalami transformasi luar biasa dalam beberapa dekade terakhir.
Dari yang dulunya hanya menjadi ruang sunyi penyimpanan buku, kini beralih menjadi pusat informasi dan layanan literasi masyarakat dengan berbagai varian layanan yang inovatif.
BACA JUGA:Ternyata Ini Dampak Negatif Terlalu Sering Poles Kaca Mobil
BACA JUGA:Perlu Perawatan Ekstra, Ini 5 Bagian Motor yang Mudah Berkarat
Layanan perpustakaan saat ini tidak hanya berupa kolek tercetak, tetapi juga menyentuh ranah digital dengan hadirnya e-book, e-jurnal, database daring hingga layanan multimedia. Namun, dibalik kemajuan itu, terdapat tantangan besar yang masih menghantui dunia perpustakaan daerah, yaitu minimnya anggaran.
Berdasarkan amanag undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, pasal 23 ayat (1) menyebutkan bahwa pemerintah pusat dan daerah wajib mengalokasikan anggaran sekurang-kurangnya 5 persen dari anggaran belanja pendidikan untuk penyelenggaraan perpustakaan.
BACA JUGA:Ada Penambahan Pasal Dugaan Pembunuhan Dalam Kasus Kematian Gita, Ini Tanggapan PH!
BACA JUGA:Jelang Puncak Haji Armuzna, JH Kepahiang Alami Ispa dan Batuk Pilek
"Kondisi ini menyebabkan pengelolaan perpustakaan daerah harus berinovasi agar perpustakaan tetap hidup dan diminati masyarakat," ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kepahiang Zikrullah, M.Pd.
Di tengah keterbatasan itu, kreativitas pustakawan menjadi kunci. Berbagai layanan menarik terus dikembangkan untuk menjaring minat baca masyarakat, mulai dari kegiatan literasi anak, pojok baca keluarga, pelatihan literasi digital, hingga layanan sirkulasi buku berbasis aplikasi. Beberapa perpustakaan juga mulai menghadirkan ruang diskusi terbuka, pameran buku, bahkan layanan podcast literasi.
BACA JUGA:Glowing Tanpa Makeup, Terapkan Kebiasaan Ini di Malam Hari'
BACA JUGA:Mudah untuk Pemula, Ini 8 Cara Membuat Kebun Kangkung di Ember Cat Bekas