BACA JUGA:Upacara Hardiknas 2026 Pemprov Bengkulu: Tekankan SDM dan Teknologi untuk Pendidikan Bermutu
2. Penggunaan Produk yang Tepat
Deodoran atau antiperspiran: Deodoran bekerja menutupi bau dengan wewangian dan mengandung zat antibakteri. Antiperspiran mengurangi produksi keringat dengan menyumbat sementara kelenjar keringat.
3. Perhatikan Pakaian dan Kebiasaan
Ganti pakaian secara rutin: Gunakan pakaian bersih setiap hari, terutama setelah berkeringat. Pakaian basah atau lembap dapat menjadi sarang bakteri.
Cukur bulu ketiak: Mencukur atau memangkas bulu ketiak dapat mengurangi permukaan tempat bakteri dan keringat menempel, sehingga membantu mengurangi bau.
BACA JUGA:Pemutihan Pajak Kendaraan di Bengkulu Mulai Berlaku: Berpeluang Bawa Pulang Emas 12 Gram
4. Diet dan Manajemen Stres
Hindari makanan pemicu: Kurangi konsumsi makanan seperti bawang merah, bawang putih, kari, dan alkohol. Zat-zat dalam makanan ini dapat disekresikan melalui keringat.
Kelola stres: Stres dapat memicu keringat berlebihan. Lakukan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau pernapasan dalam untuk mengurangi stres.
BACA JUGA:Guru Asal Sumsel Jadi Korban Jambret di Depan Pertashop Sindang Kelingi, Emas 36 Gram Raib
5. Solusi Alami Tambahan
Beberapa bahan alami memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu mengurangi bau badan.
Teh hijau: Mengandung tanin yang dapat membantu mengurangi produksi keringat dan melawan bakteri.
Cuka sari apel: Sifat asamnya dapat mengubah pH kulit, membuatnya kurang ramah bagi bakteri penyebab bau.
Minyak kelapa: Minyak kelapa memiliki sifat antimikroba yang dapat membunuh bakteri di permukaan kulit.