Tingginya harga BBM jenis solar non-subsidi ini mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha angkutan barang dan jasa. Kenaikan biaya bahan bakar berpotensi memicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok, seiring meningkatnya ongkos distribusi.
Di sisi lain, pemerintah masih mempertahankan harga BBM subsidi seperti Biosolar di angka Rp6.800 per liter, guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kecil.
BACA JUGA:Update Harga BBM 26 April 2026: BBM Nonsubsidi Melonjak, Pertalite Tetap
Imbauan Bijak Konsumsi
Dengan kondisi harga yang masih tinggi, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam penggunaan BBM. Efisiensi operasional, perawatan kendaraan, serta pengaturan distribusi logistik menjadi langkah penting untuk menekan dampak kenaikan harga.
Jika ke depan harga minyak dunia kembali bergejolak, bukan tidak mungkin penyesuaian harga BBM akan kembali terjadi. Oleh karena itu, masyarakat diminta terus memantau perkembangan resmi dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya.