Dinkes Lebong Tangani 20 Kasus HIV/AIDS

Rabu 29-04-2026,16:16 WIB
Reporter : Eko Hatmono
Editor : Hendika

Radarkepahiang.id - Hingga April 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong mencatat ada 20 kasus HIV/AIDS aktif di wilayahnya. Rinciannya sebanyak 14 penderita adalah laki-laki dan 6 lainnya perempuan. Bahkan satu diantaranya merupakan kasus baru.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Rachman, S.KM, M.Si memastikan seluruh pasien yang terdata tersebut sudah menjalani pengobatan secara rutin di fasilitas kesehatan setempat. Apalagi 

beberapa Puskesmas saat ini sudah memiliki program Pendampingan dengan Pengobatan (PDP) bagi penderita HIV/AIDS.

"Semua pasien sudah menjalani pengobatan secara rutin di wilayah Puskesmas masing-masing," ujar Rachman. 

BACA JUGA:Tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Lebong Mulai Dilaksanakan Juni 2026

Lewat program PDP, pasien HIV/AIDS tidak lagi harus dirujuk keluar daerah untuk mendapatkan terapi, sehingga mempermudah akses pengobatan sekaligus meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang.

Dinkes mengungkapkan bahwa sebagian besar penularan berkaitan dengan perilaku seksual berisiko. Faktor ini dinilai menjadi penyumbang utama meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Lebong dalam beberapa tahun terakhir. 

Rachman menjelaskan bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit yang menyerang sistem imun tubuh, sehingga membuat penderitanya rentan terhadap berbagai infeksi dan komplikasi.

Risiko tersebut akan semakin tinggi apabila penderita memiliki penyakit penyerta lainnya. Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan guna menjaga kualitas hidup pasien.

BACA JUGA:Belanja Pegawai Bengkak, Pemkab Lebong Pastikan Tak Rekrut CPNS

"Dalam upaya pencegahan, Kami secara aktif mengimbau masyarakat, terutama kalangan remaja, untuk menghindari perilaku seksual berisiko, termasuk seks bebas. Selain itu, masyarakat juga diingatkan pentingnya menjaga kesetiaan pada pasangan serta meningkatkan kesadaran akan kesehatan reproduksi," jelasnya. 

Tidak hanya itu, Dinkes juga mendorong kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi untuk melakukan pemeriksaan secara dini dan sukarela. Langkah ini dinilai penting untuk mendeteksi infeksi sejak awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Rachman menegaskan bahwa meskipun HIV/AIDS belum dapat disembuhkan, penyakit ini dapat dikendalikan dengan pengobatan yang teratur serta penerapan gaya hidup sehat. Dengan kepatuhan terhadap terapi dan dukungan lingkungan sekitar, penderita HIV/AIDS tetap dapat menjalani kehidupan secara produktif.

"Ke depan Dinkes Lebong akan terus meningkatkan edukasi, layanan kesehatan, serta upaya pencegahan guna menekan angka penularan HIV/AIDS," tukasnya. 

 

Kategori :