Radarkepahiang.id – Pusat Kota Bengkulu berubah jadi lautan manusia pada Sabtu malam, 18 April 2026. Ribuan warga tumpah ruah di Jalan Soeprapto, Simpang Lima Belungguk Point, demi menyaksikan “Gemerlap Besurek Night Carnaval” bagian dari Karnaval Batik Internasional 2026. Lampu warna-warni, tabuhan musik, dan parade busana membuat suasana pecah sejak sore hingga larut malam.
Acara ini dibuka langsung oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Ia datang bersama Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny Tobing. Deretan kepala daerah dan wakil bupati se-Provinsi Bengkulu juga turut hadir. Tak ketinggalan Sekda Provinsi Herwan Antoni, perwakilan BI tingkat deputi, jajaran Forkopimda Kota Bengkulu, Ketua DPRD Kota, Kajari, Kapolresta, Ketua Pengadilan, pimpinan instansi vertikal, Kepala BKAD Provinsi dan Kota, para asisten, camat, lurah, rektor, hingga tamu undangan lainnya.
BACA JUGA:Gubernur Helmi Hasan Gaungkan Kampus Unggul: UNIB Diminta jadi Motor Inovasi
Dalam kesempatan itu, Helmi Hasan menyebut jika pelaksanaan karnaval ini paket lengkap. Menurutnya keramaian malam tersebut bukan cuma hiburan, dimana perputaran uang di UMKM ikut naik, pengunjung dari luar kota berdatangan, dan hal tersebut membantu kendalikan inflasi daerah.
"Kegiatan seperti ini sangat tepat dilaksanakan. Budayanya terjaga, hati pemerintah dan warga nyambung, ekonominya juga bergerak," katanya.
Gubernur Helmi juga memuji kondisi kawasan Kota Bengkulu yang makin hidup di tangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Dan dirinya menegaskan jika Pemprov siap membackup kalau kabupaten/kota lain mau membuat agenda serupa.
"Bengkulu harus ramai, harus produktif," ujarnya.
BACA JUGA:Kopi Bengkulu Disiapkan Go International Lewat Program Hilirisasi
Pada malam tersebut, selain karnaval batik, ada momen spesial yang dilaksanakan, yakni penyerahan sertifikat Warisan Budaya Takbenda untuk kuliner khas “Bay Tat”. Gubernur menyerahkan langsung ke Wali Kota Dedy Wahyudi sebagai tanda apresiasi atas kerja pelestarian budaya.
Terpisah, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi menjelaskan bahwa pelaksanaan Besurek Night Carnaval memang agenda rutin Pemkot yang setiap tahunnya akan dibuat semakin segar. Waktu pelaksanaan dpipilih malam hari agar warga lebih nyaman menonton dan bisa merasakan denyut Kota Bengkulu yang beda.
"Estimasi pengunjung tembus 10 ribu orang, dari dalam kota sampai kabupaten lain. Dampaknya langsung ke ekonomi warga," kata Dedy.
Karnaval semakin menarik dengan adanya parade busana kreatif dari Batik Besurek. Motif khas Bengkulu diolah jadi kostum panggung yang mewah dan modern. Tambah seru karena mahasiswa internasional yang kuliah di Bengkulu ikut tampil. Kehadiran mereka membuat nuansa globalnya dapet, sekaligus jadi cara halus promosi Batik Besurek ke dunia sebagai identitas unggulan Bengkulu.