4. Pola Makan
Diet ekstrem rendah karbohidrat atau puasa panjang bisa memicu bau mulut. Saat tubuh kekurangan karbohidrat, ia membakar lemak menjadi keton. Salah satu keton, yaitu aseton, dikeluarkan lewat napas dan baunya khas seperti buah yang terlalu matang. Melewatkan jam makan juga membuat air liur berkurang dan bakteri berkembang.
Kuncinya adalah makan teratur dengan gizi seimbang. Perbanyak buah dan sayuran tinggi air seperti semangka, timun, dan tomat. Serat dari sayur dan buah juga membantu membersihkan gigi dan merangsang air liur. Hindari camilan manis lengket yang menempel lama di gigi karena itu pesta bagi bakteri.
BACA JUGA:Posisi BAB yang Sehat: Jongkok atau Duduk?
5. Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol
Rokok meninggalkan partikel bau di mulut dan paru-paru yang bertahan lama. Selain itu, tembakau mengeringkan mulut, merusak gusi, dan meningkatkan risiko penyakit periodontal yang memperparah bau mulut. Alkohol juga membuat mulut kering dan baunya ikut keluar lewat napas. Kombinasi keduanya adalah resep paling cepat bikin napas tidak sedap.
Langkah paling efektif jelas berhenti merokok dan batasi alkohol. Jika belum bisa berhenti total, kurangi bertahap dan selalu imbangi dengan minum air putih. Gunakan obat kumur tanpa alkohol setelah merokok untuk membantu mengurangi bau sementara, tapi ini bukan solusi jangka panjang.
6. Infeksi pada Mulut
Gusi bengkak, gigi berlubang, sariawan, atau infeksi setelah cabut gigi adalah sumber bau yang kuat. Jaringan yang meradang dan nanah menghasilkan bau busuk yang tidak hilang hanya dengan sikat gigi. Kawat gigi dan gigi palsu yang tidak dibersihkan juga menampung sisa makanan dan plak.
Rawat alat ortodontik sesuai anjuran dokter. Lepas dan sikat gigi palsu setiap hari, rendam dengan cairan pembersih khusus. Untuk kawat gigi, gunakan sikat interdental dan oral irrigator agar sisa makanan tidak menyangkut. Kalau ada gigi berlubang atau gusi berdarah, jangan tunda ke dokter gigi. Infeksi yang dibiarkan bisa menyebar dan baunya makin parah.
7. Obat-obatan
Beberapa obat punya efek samping mulut kering, misalnya antihistamin, antidepresan, obat tekanan darah, dan dekongestan. Ada juga obat yang setelah dicerna melepaskan zat kimia berbau ke aliran darah seperti suplemen tertentu.
Jika kamu curiga obat jadi penyebabnya, jangan berhenti sendiri. Konsultasikan ke dokter. Mungkin dosisnya bisa disesuaikan atau diganti dengan jenis lain.
Sementara itu, perbanyak minum air dan kunyah permen karet rendah gula untuk membantu produksi air liur. Gunakan obat kumur yang memang dianjurkan dokter, bukan sembarang pilih.