Datangkan Keuntungan, Ini 3 Ide Ternak Rumahan untuk Menghadapi Harga Pangan Naik

Minggu 12-04-2026,15:09 WIB
Reporter : Reka Fitriani
Editor : Hendika

Radarkepahiang.id - Ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik kini semakin banyak dicari. Ya, sekadar diketahui, harga pangan dunia memang mengalami kenaikan sejak Maret 2026 imbas dari konflik di Timur Tengah. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dilansir dari laman Anadolu, telah mengumumkan rata-rata harga pangan dunia naik harga pangan 2,4 persen pada Maret 2026 dari Februari akibat tingginya biaya energi.

BACA JUGA:Tagih Tunggakan Retribusi Pasar Rp1,2 M, Disdag Belum Rencanakan Gandeng Datun Kejari

BACA JUGA:Remaja Idap HIV dan Sifilis, Dinkes Ingatkan Pergaulan Bebas

Di tengah kenaikan harga yang tak terduga, seringkali membebani anggaran rumah tangga, mendorong pencarian solusi kreatif untuk menjaga ketahanan pangan. Dalam situasi seperti ini, mengembangkan ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik menjadi pilihan yang sangat relevan dan menjanjikan. Ternak rumahan tidak selalu membutuhkan lahan luas atau modal besar.

Beberapa jenis ternak bahkan bisa dipelihara di halaman sempit, samping rumah, atau pekarangan belakang. Dengan perawatan yang tepat, ternak kecil ini dapat membantu keluarga menghadapi kenaikan harga pangan. Bahkan hasil ternak juga bisa dijual untuk dijadikan tambahan penghasilan. 

BACA JUGA:Atasi Beban APBD Kepahiang, Usulan Gaji PPPK Diambil Alih Pusat Menguat

BACA JUGA:Mengalir ke Saldo DANA, Ini 5 Game Penghasil Uang dan Saldo DANA yang Terbukti Membayar

1.Ternak Ayam Kampung


Ayam kampung dikenal sebagai pilihan unggas yang sehat dan lezat, menjadi favorit banyak keluarga dibandingkan ayam broiler. Usaha ternak ayam kampung sangat cocok untuk skala rumahan karena kemudahan pengelolaan, tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas, serta modal awal yang relatif terjangkau. Permintaan pasar terhadap daging dan telur ayam kampung terus meningkat seiring kesadaran masyarakat akan produk yang lebih alami dan sehat.

BACA JUGA:Mengalir ke Saldo DANA, Ini 5 Game Penghasil Uang dan Saldo DANA yang Terbukti Membayar

BACA JUGA:Bakar Lemak Cepat, Treadmil Efektif Turun Berat Badan


Keunggulan utama ayam kampung terletak pada daya tahan tubuhnya yang baik terhadap penyakit serta kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Dengan modal awal sekitar Rp300 ribu, Anda sudah bisa memulai usaha ini untuk membeli bibit dan pakan. Proses panen pun relatif cepat, bisa dilakukan dalam waktu 3 hingga 6 bulan, menjadikannya salah satu ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik yang efektif.

BACA JUGA:Tampak Rapi dan Estetik, Ini 6 Cara Mudah Menata Dapur

BACA JUGA:Raih Cuan Produktif di Masa Senja, Ini Ide Usaha Ikan Nila untuk Pensiunan Pemula


Untuk memulai, pilihlah bibit ayam kampung yang berkualitas, aktif, lincah, dengan bulu bersih dan mata jernih. Siapkan kandang yang memiliki ventilasi baik, aman dari predator, dan jauh dari kebisingan agar ayam merasa nyaman. Pemberian pakan bergizi sesuai usia ayam dan menjaga kebersihan kandang secara rutin adalah kunci keberhasilan dalam beternak ayam kampung.

2. Ternak Bebek Petelur


Telur bebek memiliki pangsa pasar tersendiri dan banyak diolah menjadi berbagai hidangan populer seperti telur asin, martabak, atau aneka kue tradisional. Oleh karena itu, ternak bebek petelur menjadi pilihan menarik sebagai ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik yang dapat memberikan penghasilan rutin dari penjualan telur.

BACA JUGA:Solusi Praktis Berkebun Hemat di Rumah, Begini Cara Membuat Hidroponik dari Galon Bekas


Pasar untuk telur bebek cukup luas dan stabil. Beberapa jenis bebek petelur populer seperti Mojosari, Alabio, dan Tegal dikenal memiliki produktivitas telur yang tinggi, mendukung potensi keuntungan yang maksimal. Selain dari penjualan telur, peternak juga bisa mendapatkan keuntungan tambahan dari penjualan bebek afkir yang sudah tidak produktif. Ini memberikan diversifikasi pendapatan dari satu jenis usaha ternak.

Untuk menjaga keberhasilan ternak bebek petelur, kebersihan kandang menjadi faktor krusial agar bebek tidak mudah terserang penyakit. Selain itu, perhatian terhadap kualitas pakan sangat penting untuk memastikan produksi telur tetap optimal baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

BACA JUGA:Hasil Autopsi Gita Sudah Keluar, Satreskrim Polres Kepahiang: Ranah Keluarga Ungkap ke Publik!

3. Budidaya Ikan Lele


Ikan lele dikenal sebagai salah satu komoditas perikanan yang mudah dibudidayakan dan memiliki daya tahan tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan, serta siklus panen yang cepat. Budidaya lele dapat dilakukan di lahan sempit menggunakan kolam terpal, drum, atau bahkan sistem bioflok, menjadikannya ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik yang sangat fleksibel dan efisien.

BACA JUGA:Cara Mengelola Keuangan Rumah Tangga, Kunci Stabilitas di Tengah Tekanan Ekonomi

Keunggulan budidaya lele meliputi siklus panen yang relatif cepat, sekitar 2-3 bulan, serta permintaan pasar yang sangat tinggi dan stabil. Modal awal untuk memulai usaha ini juga relatif terjangkau, mulai dari Rp300.000 hingga Rp1-2 juta untuk skala pemula dengan sistem bioflok. Penggunaan kolam bulat dengan terpal juga sangat praktis dan hemat tempat.


Pilihlah bibit lele yang aktif bergerak, ukurannya seragam, dan tidak cacat untuk memastikan pertumbuhan yang optimal. Kualitas air kolam harus selalu dijaga dengan penggantian air berkala dan penggunaan probiotik. Pemberian pakan yang tepat dan disiplin waktu pemberian pakan juga merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya ikan lele.

Kategori :