Intensitas Kunjungan Meningkat, Bupati Kepahiang Ingatkan Pengelola Wisata Jaga Keramahan

Kamis 26-03-2026,10:22 WIB
Reporter : Reka Fitriani
Editor : Hendika

Radarkepahiang.id - Intensitas pengunjung ke sektor wisata di Kabupaten Kepahiang pada musim libur lebaran meningkat signifikan. Momentum ini membawa berkah tersendiri bagi pengelola wisata, Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.Ip mengapresiasi pengelola wisata yang memberikan kenyamanan dan keramahan pada pengunjung.

 

Menurut Bupati Zurdi Nata, secara tidak langsung dengan banyaknya pengunjung justru mengenalkan Kabupaten Kepahiang ke berbagai daerah. Sebab, pengunjung datang dari berbagai daerah hingga pulau Jawa.

BACA JUGA:Pilkades Serentak di Kepahiang Diagendakan Oktober 2026

BACA JUGA:Daftar 5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Terbukti Membayar Rp500 Ribu Sepanjang 2026

"Kepahiang ini punya daya tarik wisata alam seperti kebun teh, air terjun dan budaya lokal, allhamdulillah libur lebaran ini intensitas pengunjung meningkat tajam. Secara tidak langsung daerah kita dikenal oleh banyak daerah, harapannya pengelola wisata dapat menjaga kenyamanan dan keramahan, utamanya kebersihan," sampai Bupati.

 

Tingginya antusiasme pengunjung, dikatakan Bupati, Pemkab Kepahiang memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha dan pengelola objek wisata. Yakni, agar tidak memanfaatkan situasi, seperti menaikkan harga barang atau jasa yang tidak wajar.

BACA JUGA:Maksimalkan Lahan Terbatas, 3 Inspirasi Kebun Buah Mini Sepanjang Tembok Samping Rumah Sempit

BACA JUGA:Tambah Cuan Tanpa Ganggu Pekerjaan Utama, Ini 8 Usaha Sampingan Malam Hari

"Jangan jadikan praktik aji mumpung, seperti menaikkan harga atau jasa, jangan sampai di era media sosial saat ini pelayanan di sektor wisata kita tercoreng hingga luas di media sosial," kata Bupati.

 

Menurut Bupati, praktik menaikkan harga secara sepihak justru akan merusak citra pariwisata di Kabupaten Kepahiang dalam jangka panjang. Wisatawan yang merasa dirugikan dipastikan tidak akan kembali lagi, yang pada akhirnya merugikan ekonomi masyarakat setempat.

Kategori :