Radarkepahiang.id - Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kepahiang cenderung menunjukkan tren yang meningkat. Kondisi tersebut mengundang keprihatinan Dinas Kesehatan di Kabupaten Kepahiang, karena penderitanya tidak hanya ibu rumah tangga, tapi juga kalangan pemuda dan remaja.
BACA JUGA:Penataan Pasar Belum Maksimal, PKL Pasar Kepahiang Belum Tertib
BACA JUGA:Membaca Hasilkan Saldo DANA, Gunakan Aplikasi Penghasil Uang Ini!
Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang mencatat, penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) sebanyak 20 kasus yang tersebar di 8 kecamatan.
"Pengidap HIV yang masih dalam pantauan kami saat ini sebanyak 20 orang, mereka harus rutin check up kesehatan dan mendapatkan obat," jelas Kadinkes Dr. H. Tajri Fauzan, S.KM M.Si.
BACA JUGA:Modern dan Fungsional 2026, 5 Desain Teras Rumah Desa Agar Tidak Terlihat Kuno
BACA JUGA:Modal Rp3 Juta, Ini 5 Rekomendasi Ternak yang Menjanjikan dan Mudah Dikembangkan
Tajri menerangkan, sepanjang tahun 2026 saja, kasus HIV/AIDS terkonfirmasi mengalami penambahan sebanyak 3 orang. Yakni, penderita tersebut berjenis kelamin laki-laki yang masih berusia 20 tahunan.
"Ketiganya tidak tinggal dalam satu wilayah, beda kecamatan. Usianya masih muda," ujar Tajri.
BACA JUGA:Jaga Kamtibmas, Siap-siap Remaja yang Berkumpul Hingga Larut Malam Diangkut Polisi
BACA JUGA:Satpol PP Ikut Awasi Pendistribusian Gas LPG 3 Kilogram di Kepahiang
Disisi lain, dijelaskan Tajri bahwa penularan HIV/AIDS mayoritas disebabkan karena hubungan seksual, perilaku seks yang menyimpang hingga seks bebas. Jumlah penderita seks tersebut, kata Tajri berpotensi bertambah, oleh karena itu pihaknya terus melakukan tracking di tiap-tiap kecamatan melalui pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas.