Sementara itu dari total 15 pasien HIV tersebut, pasien berjenis kelamin perempuan lebih mendominasi dengan jumlah total 8 orang. Sementara pasien berjenis kelamin laki-laki, hanya berjumlah 7 orang saja.
"Wanita lebih banyak, totalnya 8 orang. Sedangkan untuk pasien berjenis kelamin laki-laki 7 orang," demikian Wisnu.
Sebagai informasi, Penyakit HIV adalah infeksi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, khususnya sel CD4. HIV dapat melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Jika tidak diobati, HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), kondisi di mana sistem kekebalan tubuh sangat lemah dan tubuh rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit serius.
BACA JUGA:Bunga Bangkai Raksasa Siap Mekar Sempurna di Kepahiang
BACA JUGA:Jalan Ring Road di Kepahiang Akan Jadi Alternatif Akses Jalan Mobil Muatan Besar
Penyakit HIV bisa menular kepada orang lain. Penularan HIV bisa terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman dengan orang yang terinfeksi HIV, kontak langsung dengan darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, seperti sperma, cairan vagina, dan ASI, Penggunaan jarum suntik yang tidak steril, Penularan dari ibu hamil ke janin selama kehamilan, persalinan, atau melalui ASI.
Sedangkan gejalanya sendiri, Fase Awal (Akut) gejala yang ditimbulkan dapat menyerupai gejala flu atau demam, seperti demam, lemas, nyeri otot, ruam merah di kulit, dan sariawan. Selanjutnya, fase tanpa gejala (Laten), penderita HIV dapat tidak merasakan gejala selama beberapa tahun. Berikutnya, fase AIDS meliputi, demam yang berkepanjangan, diare kronis, lelah dan mudah lelah, infeksi berulang seperti infeksi jamur, tuberkulosis, dan infeksi bakteri, munculnya bintik-bintik merah pada kulit serta pembengkakan kelenjar getah bening.
Perlu juga diketahui, untuk mengantisipasi penyakit ini timbul, hindari hubungan seksual yang berisiko, gunakan kondom dengan benar dan konsisten saat berhubungan seksual, serta hindari berganti-ganti pasangan. Jangan berbagi jarum suntik (gunakan jarum suntik yang bersih dan steril), jika ada kecemasan atau pertanyaan tentang risiko HIV, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran dan pemeriksaan yang tepat.