AWAS! 5 Warga Kepahiang Meninggal Dunia Karena Kasus HIV

Selasa 19-12-2023,15:27 WIB
Reporter : Jimmy Mayhendra
Editor : Hendika

AWAS! 5 Warga Kepahiang Meninggal Dunia Karena HIV

RK ONLINE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepahiang mencatat setidaknya sudah ada 5 warga Kepahiang meninggal dunia karena kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus)

Dinkes Kepahiang menginformasikan kalau 5 warga Kepahiang yang meninggal dunia karena HIV ini, adalah bagian dari 32 kasus HIV yang saat ini sedang ditangani oleh Dinkes Kepahiang. Kelima pasien yang meninggal dunia karena HIV ini, merupakan pasien yang selama ini selalu dalam monitoring dan penanganan langsung dari Dinkes Kepahiang sepanjang tahun 2023.

BACA JUGA:Bumbu Dapur ini Tenyata Menyimpan Segudang Manfaat Untuk Kesehatan, Apakah Itu?

Berdasarkan data Dinkes hingga sampai November 2023 lalu, setidaknya ada sebanyak 32 kasus HIV AIDS di Kabupaten Kepahiang. Namun sayang, kelima pasien ini sudah tidak mampu melawan penyakit yang selama ini dideritanya hingga akhirnya meninggal dunia.

 

"Total kasus HIV hingga November sebanyak 32 kasus. Dari jumlah total kasus tersebut, 5 orang meninggal dunia," ujar Kabid P2P Dinkes Kepahiang, Winsu Irawan, S.Kep, M.Kes, Selasa 19 Desember 2023.

BACA JUGA:Jurusan Kuliah yang Berpeluang Tinggi Dalam Seleksi CPNS dan PPPK Tahun 2024

Lebih lanjut dikatakan Wisnu kalau dari 32 kasus HIV tersebut, penderitanya mayoritas adalah kaum laki-laki. Namun tanpa menyebutkan berapa jumlah detilnya, Wisnu juga mengungkapkan bahwa beberapa diantaranya juga ada yang berjenis kelamin perempuan dan juga anak-anak.

 

"Memang paling banyak itu kaum pria. Tapi untuk di Kabupaten Kepahiang ini sendiri ada juga pasien wanita dan anak-anak," lanjutnya.

BACA JUGA:5 Tips Mudah Agar Tubuh Tetap Wangi Tanpa Menggunakan Parfum, Goodby Pewangi!

Sementara itu Wisnu juga menerangkan bahwa Dinkes Kepahiang masih tetap melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pasien lain yang sampai saat ini, masih berjuang memghadapi virus yang mematikan tersebut. Lagi pula lanjut Wisnu, melalui monitoring ini, pihaknya dapat melakukan tracking terhadap siapa saja yang beresiko terjangkit HIV.

 

"Mungkin saja si pasien A pernah berhubungan dengan seseorang. Sehingga orang tersebut beresiko terpapar. Namun untuk hal ini, kita lakukan monitoring lebih lanjut," demikian Wisnu.

Kategori :