Peroleh Bantuan Pembangunan Alat Pemantau Kualitas Air

Jumat 03-02-2023,12:03 WIB
Reporter : Eko Hatmono
Editor : Andi Jamhari

Tim KLHK Cek Lokasi

 

RK ONLINE - Tahun ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berencana akan membangun alat pemantau kualitas air di Sungai Ketahun Kabupaten Lebong. Tepatnya adalah Online Monitoring Sistem (ONLIMO) yaitu alat pemantau kualitas air yang bisa dijalankan dengan sistem online. Bahkan kemarin (2/2) tim dari Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Air KLHK sudah turun langsung untuk melakukan survei lokasi lahan untuk dibangun ONLIMO.

 

"Sejauh ini baru sebatas melakukan survei lokasi saja. Selanjutnya dari lokasi yang direncanakan akan kembali dilakukan survei untuk mengukur luas lahan. Lahannya tak lebar, hanya 3,5 meter persegi. selang sebluan baru akan mulai dibangun dan dipasang alat-alat pembaca kualitas air, " kata ketua tim dari Direktorat Pengendalian Pencemaran Air KLHK, Bagus Trilaksono.

 

Dengan alat tersebut, lanjut Bagus, nantinya pemantauan kualitas air bisa dilakukan hanya dengan mengakses lewat online bahkan melalui smartphone. Ini bisa mempermudah dalam pengendalian maupun deteksi dini pencemaran maupun kerusakan lingkungan khususnya air.

 

"Jika ini terealisasi nanti, maka di Provinsi Bengkulu baru Kabupaten Lebong yang memiliki ONLIMO, " singkatnya.

 

BACA JUGA:Sosialisasikan Lomba RKPD, Ini Yang Perlu Diperhatikan

 

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Lebong Indra Gunawan, S.Pi, M.Si mengatakan pembangunan pantau kualitas air tersebut merupakan tindak lanjut dari proposal yang sebelumnya mereka usulkan 2022 lalu. Dua lokasi yang dilakukan survei yaitu di pintu air Desa Pungguk Pedaro Kecamatan Bingin Kuning dan pintu air Kelurahan Tes Kecamatan Lebong Selatan. Dengan adanya alat ini, maka dalam memantau kualitas air bisa dilakukan hanya lewat smartphone.

 

"Kami mengucapkan terima kasih atas respon yang positif dari KLHK atas usulan yang kami sampaikan tahun lalu. Alat ini cukup mahal, jika menggunakan anggaran daerah tentu akan menguras APBD. Alhamdulillah bisa diakomodir oleh kementerian, " demikian Indra.

Kategori :