Dinkes Kepahiang Siagakan Stok VAR Usai 187 Kasus Gigitan HPR Terdata

Dinkes Kepahiang Siagakan Stok VAR Usai 187 Kasus Gigitan HPR Terdata

Dinkes Kepahiang Siagakan Stok VAR Usai 187 Kasus Gigitan HPR Terdata--DOK/RK

Radarkepahiang.id – Ancaman penularan rabies akibat gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Kepahiang masih memprihatinkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang mencatat, meskipun angka gigitan mengalami penurunan tipis dibanding tahun sebelumnya, jumlah korban diserang HPR masih tergolong cukup tinggi.

 

Berdasarkan data resmi Dinkes Kabupaten Kepahiang, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 188 kasus gigitan HPR. Sementara pada tahun 2026 ini, angka gigitan sudah menembus 187 kasus.

BACA JUGA:Amankan Pilkades Serentak, Polres Kepahiang Siagakan 261 Personel, 1 Desa Dikategori Rawan

BACA JUGA:Buka Peluang Kerja Luar Negeri, Pemkab Kepahiang Dorong Program Magang ke Jepang Bersubsidi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Wisnu Irawan, S.Kep., M.M., membenarkan tingginya grafik kasus gigitan hewan penular rabies tersebut.

 

"Untuk tahun 2025 kita mencatat ada 188 kasus gigitan HPR. Sedangkan pada tahun 2026 ini, data yang masuk sudah mencapai 187 kasus," ujar Wisnu Irawan, Selasa 20 Oktober 2026.

BACA JUGA:Pilkades Serentak di 37 Desa, Bupati Kepahiang Tegaskan Netralitas dan Wanti-wanti ASN

BACA JUGA:Nyaman di Kulit, Ini 5 Toner Bebas Kusam dan Kemerahan

Wisnu menjelaskan, mayoritas kasus gigitan HPR di Kabupaten Kepahiang didominasi oleh serangan anjing liar maupun hewan peliharaan warga seperti kucing dan kera yang belum mendapatkan vaksinasi rabies.

 

Pihaknya memastikan seluruh fasilitas kesehatan dan puskesmas di Kabupaten Kepahiang terus disiagakan untuk penanganan pertama serta pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) bagi masyarakat yang menjadi korban.

BACA JUGA:Ocean Merge, Terbukti Cairkan Saldo DANA dari Aplikasi Penghasi Uang 2026

Sumber:

Berita Terkait