Pembangunan Sekolah Rakyat di Kepahiang Terancam Batal

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kepahiang Terancam Batal

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kepahiang Terancam Batal--Reka Fitriani

Radarkepahiang.id - Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.Ip sudah menemui Kementerian Sosial guna berkoordinasi terkait dengan progres program Sekolah Rakyat yang wacananya akan dibangun di Kabupaten Kepahiang. Meski sudah menyediakan lahan seluas 9 Ha di kawasan wisata Waterpark Kecamatan Kabawetan, dikatakan Bupati, bukanlah soal lahan yang menjadi persoalan belum terrealisasinya Sekolah Rakyat.

 

Namun, lantaran lahan tersebut masih berdiri bangunan Waterpark, oleh Kementerian Sosial bangunan yang ada harus diratakan.

BACA JUGA:Tindaklanjuti Temuan BPK RI, DPRD Kepahiang Bentuk Pansus LHP!

BACA JUGA:Perlu Tahu, Ini Tanaman Hias Pembawa Hoki Pembuka Pintu Rezeki Rumah Anda!

"Secara administrasi clear tidak ada masalah, lahan untuk Sekolah Rakyat sudah kita siapkan 9 Ha. Hanya saja kendalanya fisik bangunan waterpark itu, oleh pemerintah pusat harus dilakukan pemusnahan aset waterpark itu dulu," jelas Bupati Zurdi Nata.

 

Untuk melakukan pemusnahan aset bangunan, dikatakan Bupati Zurdi Nata harus membutuhkan waktu yang panjang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, menurutnya tidaklah mudah.

BACA JUGA:Kamu Berusia 30 Tahun, Ini 4 Moisturizer yang Ramah Kantong di Indomaret!

BACA JUGA:Kasus Keracunan MBG, Waka I DPRD Kepahiang Minta Pengawasan Diperketat!

"Pemusnahan aset itu tidak gampang, kita serahkan juga ke pusat mereka tidak mau," jelas Bupati.

 

Meski menemui kendala tersebut, lanjut Bupati Zurdi Nata, Pemkab Kepahiang berkeinginan pembangunan Sekolah Rakyat tetap berlanjut dan direalisasikan. Opsinya, Pemkab Kepahiang mengusulkan sebagian lahan eks PT. TUMS untuk dibangun Sekolah Rakyat.

BACA JUGA:Cepat Mencerahkan Kulit, Gunakan 5 Body Lotion Ini

Sumber: