Harga Pupuk di Kepahiang Melonjak Hingga Sepi Pembeli
Mulai Sepi Pembeli, Harga Pupuk di Kepahiang Alami Lonjakan--DOK/RK
Radarkepahiang.id - Tren kenaikan harga pupuk saat ini sedang terjadi, isunya lonjakan harga pupuk yang terjadi akibat konflik Timur Tengah yang mulai menekan biaya produksi pertanian dunia. Dampak tersebut terjadi di daerah, Kabupaten Kepahiang salah satunya, tak sedikit para pedagang alat pertanian yang mengeluhkan penurunan daya beli konsumen sejak harga pupuk nonsubsidi dan sejumlah kebutuhan pertanian mengalami kenaikan.
Ini disampaikan pedagang pupuk dan alat tani Toko Tani Jaya Kepahiang Umar (50), menurutnya kenaikan harga sarana dan prasarana pertanian sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir.
BACA JUGA:Dapatkan Dana Gratis dari Game Terbaru, Ini Aplikasi Penghasil Uang 2026 Novig
BACA JUGA:Dari Kebiasaan di Akhir Pekan, Ini Cara Mengenali Orang Sukses!
"Kenaikan harga pupuk ini terjadi sejak pascalebaran yang lalu, tentu berdampak langsung pada daya beli konsumen," kata Umar.
Dia menjelaskan, kenaikan paling signifikan yang terjadi pada pupuk urea nonsubsidi. Sebelumnya, harga pupuk urea nonsubsiidi Rp450 ribu per karung ber ukuran 50 kg, kini melonjak menjadi Rp700 ribu.
BACA JUGA:Mudah Agar Hidup Lebih Tenang, Ini Tips Meditasi Mindfulness
BACA JUGA:Sederhana di Teras Rumah yang Sempit, Ini 4 Cara Membuat Kebun Tomat Ceri Gantung!
"Kenaikan ini cukup drastis mencapai dua kali lipat, dari yang semula harga Rp450 ribu perkilogram per karung 50 Kgnya kini Rp700 ribu perkilogram," jelas Umar.
Selain pupuk urea nonsubsidi, dijelaskan Umar kenaikan pupuk NPK Mutiara yang paling digandrungi oleh para petani juga mengalami kenaikan harga. Yakni, harga sebelumnya mencapai Rp750 ribu per karung berukuran 50 Kg.
BACA JUGA:Langsing Tanpa Lapar, Ini Pola Makan Sehat untuk Diet!
BACA JUGA:Berkas dan Uang DD di Daspetah Hangus Terbakar, Inspektorat Kepahiang: Wajib Dipertanggungjawabkan!
"Kini pupuk NPK Mutiara ikut naik menjadi Rp900 per karung berukuran 50 kilogram," kata Umar.
Disisi lain, harga alat pertanian hingga pestisida, lanjut Umar ikut mengalami kenaikan. Yakni, biasanya per liter Rp50 ribu per liter kini naik menjadi Rp65 ribu per liter.
Sumber:




