Disway banner

SDM Minim, Kepahiang Tak Memiliki Dokter Hewan

SDM Minim, Kepahiang Tak Memiliki Dokter Hewan

SDM Minim, Kepahiang Tak Memiliki Dokter Hewan--Reka Fitriani

Radarkepahiang.id - Kebutuhan akan tenaga dokter hewan di Kabupaten Kepahiang saat ini sangat diperlukan, namun sayangnya daerah sama sekali tidak memiliki Sumber Daya  Manusia (SDM) tenaga dokter hewan. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang Ir. Taufik menyebutkan, Kabupaten Kepahiang  yang sebelumnya hanya memiliki satu orang tenaga dokter hewan, kini sudah berpindah tugas.

 

Mengatasi kekurangan ini, Dinas Pertanian Kepahiang sudah mengusulkan kebutuhan pada Pemerintah Kabupaten, ia juga mendorong generasi penerus untuk melihat peluang ini sebagai kesempatan untuk melanjutkan studi perguruan tinggi yang menawarkan program pendidikan dokter hewan.

BACA JUGA:Opsi Pembiayaan SPH, Pemkab Kepahiang Berencana Tarik Penyertaan Modal di Bank Bengkulu

BACA JUGA:Sistem Pembayaran Instan, Ini Aplikasi Penghasil Saldo DANA 2026 yang Harus Digunakan

"Tanpa dokter hewan ini menjadi tantangan bagi kita, apalagi harus fokus pada penanganan kesehatan hewan di Kabupaten Kepahiang. Soal ketersediaan SDM tenaga dokter hewan sudah kita usulkan, kita berharap ada  generasi penerus yang berminat untuk bidang ini," jelas Taufik.

 

Dijelaskan Taufik, dokter hewan memiliki peranan penting bagi Pemerintah Kabupaten dalam memberikan pelayanan terkait dengan sektor peternakan. Utamanya, profesional medik veteriner yang bertanggungjawab mengdiagnosis, mengobati dan mencegah penyakit berbagai jenis hewan peliharaan dan ternak.

BACA JUGA:Rendah Kafein, Nikmati Teh Hojicha dengan Aroma Kopi

BACA JUGA:Untuk Tubuh yang Sehat, Rasakan Manfaat Kunyit!

"Sementara untuk melakukan penanganan kesehatan hewan, seperti upaya kita mencegah PMK, rabies dan penyakit hewan ternak lainnya, ada petugas kesehatan hewan saja," kata Taufik.

 

Disisi lain, Kabupaten Kepahiang tengah dihadapi ancaman penularan virus dari hewan penular rabies atau HPR, ini tercatat banyaknya kasus gigitan HPR yang dialami oleh masyarakat.

Sumber: