Disway banner

Tips Kandang Entok Bebas Bau dan Amoniak

Tips Kandang Entok Bebas Bau dan Amoniak

Kandang Entok Bebas Bau dan Amoniak --DOK/Net

Radarkepahiang.id - Bau menyengat di kandang entok itu sebenarnya bukan datang dari kotoran itu sendiri, tapi dari gas amoniak NH3 yang muncul ketika kotoran basah bercampur panas dan tidak segera dibuang. Gas inilah yang bikin mata entok berair, pernapasan terganggu, dan akhirnya memicu penyakit CRD yang bikin pertumbuhan melambat. 

Jadi kalau kandang bau, yang rugi bukan cuma peternak karena tidak nyaman, tapi entok juga jadi stres dan gampang sakit. Kabar baiknya, masalah ini bisa diatasi total kalau kita paham prinsipnya dan konsisten menerapkan sistem yang benar.

Yuk kita bahas bagaimana sebaiknya menyikapi persoalan bau tersebut. 

BACA JUGA:Teknik Belajar Efektif untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Prestasi Akademik

Prinsip utamanya sederhana. Kotoran harus cepat dipisahkan dari entok, tetap kering, dan dibantu bakteri baik supaya amoniak tidak terbentuk. Kombinasi lantai, alas, ventilasi, air, dan pakan yang tepat akan membuat kandang kering, tidak becek, dan bebas bau selama berminggu-minggu. Berikut lima tips yang benar-benar work di lapangan.

Pertama, ganti lantai semen datar dengan lantai slat bambu. Buat rangka bambu dengan jarak antar bilah sekitar 2 cm, pasang setinggi 30 sampai 40 cm di atas bak penampungan kotoran. Dengan sistem ini, kotoran langsung jatuh ke bawah begitu entok buang kotoran. Entok tidak menginjak-injak kotoran sendiri, jadi kaki dan bulu tetap kering. Dalam tiga hari kotoran di bawah sudah mengering dan tidak mengeluarkan bau. Untuk kandang ukuran 3x4 meter, biaya bambu hanya sekitar Rp150 ribu sekali pasang, tapi hasilnya dipakai bertahun-tahun.

BACA JUGA:Manfaat Lengkap Wedang Sereh untuk Tubuh dan Pikiran

Kedua, gunakan sistem alas fermentasi dengan sekam, serbuk gergaji, dan EM4. Di bak bawah slat, tabur sekam padi setebal 10 cm lalu tambahkan serbuk gergaji 5 cm. Semprot merata dengan larutan EM4 satu tutup botol dilarutkan dalam 5 liter air. EM4 berisi bakteri baik yang memakan amoniak dan mengurai kotoran menjadi kompos. 

Sekam dan serbuk gergaji berfungsi menyerap air dan menjaga kelembapan tetap ideal. Dengan kombinasi ini, kamu tidak perlu mengganti alas selama satu bulan. Cukup tambah sekam tipis setiap minggu. Biaya operasionalnya ringan, sekitar Rp30 ribu per bulan untuk kandang isi 50 ekor.

Ketiga, kelola air kolam mandi dengan sistem sirkulasi. Entok suka air, tapi air diam yang bercampur kotoran dalam dua hari akan berubah jadi bau busuk dan membuat kandang becek. Solusinya, pakai ember 20 liter dengan pipa overflow. Air kotor keluar otomatis, air bersih masuk terus menerus. Kalau belum bisa buat sistem otomatis, minimal ganti air tiap dua hari sekali. Kandang yang tidak becek adalah kunci utama supaya amoniak tidak terbentuk.

BACA JUGA:Jangan Anggap Sepele, 5 Herbal Ini Bisa Bantu Jaga Kesehatanmu

Keempat, perbaiki ventilasi. Bau menumpuk karena tidak ada sirkulasi udara. Buat jendela terbuka di dua sisi kandang yang berlawanan dengan luas sekitar 30 persen dari luas dinding. Tambahkan overstek atap 50 cm supaya hujan tidak masuk tapi angin tetap lancar. Angin yang mengalir akan membawa gas amoniak keluar sebelum sempat menumpuk. Kandang yang terang dan berangin juga membuat entok lebih aktif dan nafsu makan meningkat.

Kelima, perbaiki kualitas pakan dengan fermentasi dan arang aktif. Pakan yang difermentasi EM4 lebih mudah dicerna, sehingga kotoran yang keluar tidak berbau tajam. Tambahkan arang sekam sebanyak 5 persen ke dalam pakan. Arang berfungsi menyerap bau dari dalam usus dan membuat kotoran jadi hitam, kering, dan tidak menyengat. Kombinasi ini langsung terasa dalam dua minggu, kandang jadi lebih bersih dan entok lebih lahap makan.

Selain menerapkan lima tips di atas, hindari empat kesalahan yang paling sering bikin kandang bau. Pertama, lantai semen tanpa alas. Kotoran basah plus entok menginjak-injak menciptakan bau amoniak 24 jam. Kedua, memberi pakan basah berlebihan. Sisa pakan yang jatuh ke lantai cepat busuk dan menambah bau. Ketiga, kandang terlalu padat. Idealnya 50 ekor entok butuh ruang 15 meter persegi. Kalau dipaksa masuk ke 5 meter persegi, mau sistem sebagus apa pun tetap akan bau. Keempat, air tumpah dan tidak segera kering. Kelembapan adalah musuh utama, karena memicu jamur dan bakteri pembusuk.

Sumber: