Disway banner

Harga BBM Non-Subsidi Naik, Konsumen di Kepahiang Mulai Berkurang Tipis

Harga BBM Non-Subsidi Naik, Konsumen di Kepahiang Mulai Berkurang Tipis

Antrean di SPBU Kelobak--JIMMY/RK

Radarkepahiang.id - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi oleh PT Pertamina (Persero) mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Kepahiang. Sejumlah jenis BBM mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan, khususnya Dexlite dan Pertamax Turbo.

Pengawas SPBU Kelobak Kepahiang, Fuji, mengungkapkan bahwa penyesuaian harga tersebut berdampak langsung pada konsumen, terutama pengguna kendaraan diesel dan kendaraan dengan spesifikasi bahan bakar beroktan tinggi.

“Untuk Dexlite sebelumnya Rp 14.500 per liter, sekarang naik menjadi Rp 24.150 per liter. Sementara Pertamax Turbo dari Rp 13.350 per liter kini menjadi Rp 19.850 per liter,” jelas Fuji saat dikonfirmasi.

Kenaikan harga ini tentu menjadi perhatian bagi masyarakat, mengingat lonjakan yang terjadi cukup tinggi dalam waktu singkat. Meski demikian, Fuji memastikan bahwa kondisi di SPBU Kelobak hingga saat ini masih terpantau normal, baik dari sisi pasokan maupun antrean kendaraan.

BACA JUGA:Menekan Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi, Ini Strategi yang Bisa Ditempuh Pemerintah

“Untuk antrean masih normal, tidak ada lonjakan yang signifikan,” ujarnya.

Terkait ketersediaan BBM, Fuji menyebutkan bahwa stok bahan bakar di SPBU Kelobak masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk BBM subsidi seperti Solar dan Pertalite, pasokan rutin diterima setiap hari.

“Solar 16 ton, Pertalite 16 ton itu rutin setiap hari. Sementara untuk Pertamax, pemesanan tergantung stok, baru kita ajukan,” terangnya.

Kendati demikian, kenaikan harga BBM non-subsidi diakui mulai memengaruhi minat konsumen, meskipun belum terlalu signifikan. Sebagian pengguna terlihat mulai mengurangi konsumsi atau beralih ke jenis BBM lain yang lebih terjangkau.

“Memang ada penurunan konsumen untuk Dexlite dan Pertamax Turbo, tapi hanya sedikit, masih dalam kategori normal,” tambahnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun harga mengalami kenaikan, sebagian besar masyarakat masih tetap menggunakan BBM non-subsidi sesuai dengan kebutuhan kendaraan mereka.

BACA JUGA:Masih Runcing, Ini Update Harga BBM Non-Subsidi per Hari Ini

Di sisi lain, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan pola konsumsi bahan bakar serta lebih bijak dalam penggunaan kendaraan di tengah fluktuasi harga energi. Pemerintah pun diharapkan dapat terus menjaga stabilitas pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan.

Hingga saat ini, aktivitas di SPBU Kelobak Kepahiang masih berjalan seperti biasa, tanpa adanya gangguan distribusi maupun lonjakan antrean akibat kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut.

Sumber: