Menag Nasaruddin Umar: Agama Harus jadi Perekat, Bukan Pemicu Kebencian
Menag Nasaruddin Umar saat mengisi Tabligh Akbar di Masjid Baitul Izzah, Bengkulu, Kamis malam 23 April 2026--Gatot/RK
Radarkepahiang.id – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya menjadikan nilai agama sebagai fondasi persatuan bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat saat mengisi Tabligh Akbar di Masjid Baitul Izzah, Bengkulu pada Kamis malam 23 April 2026.
Di hadapan ratusan jemaah yang memadati masjid usai salat Isya berjamaah, Menag Nasaruddin menegaskan bahwa kegiatan keagamaan harus memperkuat ukhuwah dan harmoni sosial.
"Kegiatan seperti ini (Tabligh Akbar, red) sangat penting untuk memperkokoh persatuan. Nilai-nilai keagamaan harus menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis dan damai," ujarnya.
BACA JUGA:BMKG Bengkulu Keluarkan Peringatan Dini Cuaca: Waspada Hujan Lebat 22–24 April
BACA JUGA:OPD Pemprov Bengkulu Wajib Bebas Pungli dan Gratifikasi
Ia juga mengingatkan para pendakwah agar tidak menyisipkan narasi kebencian terhadap pemeluk agama lain. Menurutnya, sikap itu bertentangan dengan karakter Indonesia yang majemuk.
"Banyak orang, sadar atau tidak, ketika mengajarkan agama justru menanamkan kebencian terhadap pemeluk agama lain. Jika itu terjadi, tentu tidak sesuai dengan kondisi Indonesia sebagai negara yang sangat plural," tegas Nasaruddin.
Sementara itu Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. Mian, yang turut hadir dalam kegiatan menyampaikan bahwa Pemprov mengusung visi religius melalui program Retret Merah Putih bagi seluruh ASN dan PPPK. Program pembinaan keagamaan itu ditujukan untuk meningkatkan keimanan serta mempererat persaudaraan aparatur guna mendukung pelayanan publik.
"Kami berharap melalui kehadiran dan tausiah bapak menteri agama, kita semua memperoleh pencerahan, penguatan nilai spiritual, serta motivasi untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, toleran, dan berakhlak mulia," kata Mian.
Kegiatan penuh khidmat tersebut turut dihadiri Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Kapolda Bengkulu Mardiyono, Danlanal Bengkulu Nurwahidin, Rektor UIN Fatmawati Bengkulu Khairudin Wahid, sejumlah kepala OPD, serta unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu.
Sumber:




