Disway banner

Sejak Kapan Tes IQ Menjadi Standar Kecerdasan? Ini Sejarah dan Perkembangannya

Sejak Kapan Tes IQ Menjadi Standar Kecerdasan? Ini Sejarah dan Perkembangannya

Sejak Kapan Tes IQ Menjadi Standar Kecerdasan? Ini Sejarah dan Perkembangannya--Jimmy Mayhendra

Radarkepahiang.id - Tes Intelligence Quotient atau IQ telah lama dikenal sebagai salah satu alat ukur kecerdasan manusia. Namun, tidak banyak yang mengetahui sejak kapan tes ini mulai dijadikan standar dalam menilai kemampuan intelektual seseorang, serta bagaimana perkembangannya hingga digunakan secara luas seperti sekarang.

 

Awal mula tes IQ dapat ditelusuri ke awal abad ke-20, tepatnya pada tahun 1905, ketika seorang psikolog asal Prancis, Alfred Binet, bersama rekannya Théodore Simon, mengembangkan alat ukur untuk mengidentifikasi kemampuan belajar anak-anak di sekolah. Tes ini dikenal sebagai Binet-Simon Scale, yang dirancang untuk membantu pemerintah Prancis dalam menentukan siswa yang membutuhkan bantuan pendidikan khusus.

BACA JUGA:Kenaikan Harga BBM, Akankah Picu Kelangkaan Pasokan? Ini Analisisnya

Pada awalnya, tes ini tidak dimaksudkan untuk mengukur kecerdasan secara mutlak, melainkan untuk menilai kemampuan kognitif relatif anak dibandingkan dengan usianya. Konsep “usia mental” pun diperkenalkan, yakni tingkat kemampuan berpikir seseorang dibandingkan dengan rata-rata anak seusianya.

 

Perkembangan penting terjadi ketika konsep tersebut diadaptasi dan dikembangkan lebih lanjut di Amerika Serikat oleh Lewis Terman dari Universitas Stanford. Pada tahun 1916, ia memperkenalkan Stanford-Binet Intelligence Scale, yang menjadi salah satu tes IQ paling berpengaruh di dunia. Terman juga mulai menggunakan istilah Intelligence Quotient (IQ), yang dihitung dari perbandingan usia mental dengan usia kronologis.

 

Sejak saat itulah, tes IQ mulai digunakan secara lebih luas, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga dalam dunia militer, industri, hingga seleksi pekerjaan. Bahkan, pada masa Perang Dunia I, tes kecerdasan digunakan oleh militer Amerika Serikat untuk menilai kemampuan calon tentara dalam jumlah besar.

BACA JUGA:Bebas Bau, Begini Cara Alami Bikin Kamu Wangi

Memasuki pertengahan abad ke-20, tes IQ semakin populer dan dianggap sebagai standar utama dalam mengukur kecerdasan. Banyak institusi pendidikan dan perusahaan mulai menjadikan skor IQ sebagai salah satu indikator penting dalam menilai potensi seseorang.

 

Namun, seiring perkembangan ilmu psikologi, pandangan terhadap kecerdasan mulai berubah. Para ahli menilai bahwa kecerdasan tidak hanya terbatas pada kemampuan logika dan bahasa yang diukur dalam tes IQ. Tokoh seperti Howard Gardner memperkenalkan konsep Multiple Intelligences atau kecerdasan majemuk, yang mencakup berbagai aspek seperti kecerdasan interpersonal, musikal, hingga kinestetik.

 

Sumber: