Sarana dan Prasarana Sekolah Terdampak Banjir, Kerugian Tembus Rp1,26 Miliar
Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Lebong Fahkrurrozi, S.Sos, M.Si--EKO/RK
Radarkepahiang.id - Banjir yang melanda Kabupaten Lebong beberapa waktu lalu ikut berdampak terhadap sektor pendidikan. Sejumlah satuan pendidikan mulai tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah mengalami kerusakan.
Dari data yang dihimpun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lebong, kerugian yang ditimbulkan akibat bencana banjir tersebut mencapai Rp1,2 miliar. Angka tersebut akibat sarana dan prasarana sekolah mengalami kerusakan akibat terdampak banjir.
Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Lebong Fahkrurrozi, S.Sos, M.Si, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan secara rinci untuk mengetahui tingkat kerusakan di setiap sekolah yang terdampak banjir. Dari hasil pendataan sementara, total kerugian ditaksir mencapai Rp1,26 miliar. Nilai tersebut mencakup kerusakan ringan hingga berat, mulai dari fasilitas dasar hingga perlengkapan pendidikan yang sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.
BACA JUGA:2 Kegiatan Cipta Karya Kabupaten Lebong Dilimpahkan Lelang
"Kerusakan yang kami catat meliputi bangunan sekolah, ruang kelas, meja dan kursi siswa, buku pelajaran, hingga perangkat elektronik seperti komputer. Semua ini tentu sangat mempengaruhi kelangsungan kegiatan belajar," ujar Fahrurozi.
Sejumlah sekolah tercatat mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Seperti SDN 76 Lebong mengalami kerugian sekitar Rp5 juta akibat rusaknya lapangan upacara serta sejumlah meja dan kursi.
Kemudian SMPN 03 Lebong mengalami kerusakan pada lantai keramik dengan estimasi kerugian sekitar Rp1 juta. Meski tergolong ringan, kerusakan tersebut tetap memerlukan penanganan agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan nyaman.
Kerusakan yang lebih signifikan terjadi di SMP Muhammadiyah 05 Muara Aman. Sekolah ini mengalami kerugian hingga Rp59,75 juta akibat rusaknya berbagai fasilitas seperti alat praktik, buku pelajaran, meja kursi, serta perlengkapan ibadah. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah dalam melanjutkan kegiatan belajar secara normal.
"Selain itu, SDN 13 Lebong juga mencatat kerugian sekitar Rp 54,5 juta yang didominasi oleh kerusakan pada meja kursi siswa dan perangkat pendukung pembelajaran. Kerusakan infrastruktur yang cukup parah dialami SDN 01 Lebong, di mana abrasi tebing dan lapangan upacara menyebabkan kerugian hingga Rp 350 juta," jelasnya.
BACA JUGA:4 CJH Kabupaten Lebong Diberangkatkan 25 April
Tidak hanya sekolah dasar dan menengah, lembaga pendidikan anak usia dini juga terdampak. TK Harapan Bangsa tercatat mengalami kerugian sekitar Rp19 juta akibat rusaknya alat permainan edukatif, bahan ajar, dan fasilitas lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa dampak banjir bandang tidak mengenal batas jenjang pendidikan.
SMPN 09 Lebong turut mengalami kerusakan cukup besar dengan total kerugian mencapai Rp235 juta. Kerusakan meliputi pagar sekolah, perangkat elektronik, serta koleksi buku di perpustakaan.
Sementara itu, kerugian terbesar tercatat di SMPN 01 Lebong yang mencapai Rp454 juta. Ribuan buku, meja, kursi, hingga perangkat komputer dilaporkan rusak akibat terendam dan terbawa arus banjir.
"Selain sekolah-sekolah, beberapa institusi pendidikan lain seperti SDN 31 Lebong dan SMPN 12 Lebong juga mengalami kerusakan dengan nilai kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Meski tidak sebesar sekolah lainnya, kerusakan ini tetap berdampak pada proses pembelajaran yang harus berjalan dalam kondisi terbatas," tambahnya.
Sumber:




