Disway banner

Jangan Langsung Cari Makan Ketika Perut Bunyi Itu Bukan Tanda Lapar, Ini Penjelasannya

Jangan Langsung Cari Makan Ketika Perut Bunyi Itu Bukan Tanda Lapar, Ini Penjelasannya

Perut berbunyi bukan berarti tanda lapar--DOK/Net

Radarkepahiang.id - Kamu lagi duduk anteng di kelas, ruang meeting, atau pas salat berjemaah. Hening. Tiba-tiba dari arah perutmu terdengar “kruyuuukkk” panjang. 

Terus otak langsung bikin kesimpulan cepat “Waduh, ini pasti gara-gara sarapan cuma selembar roti. Perut udah demo. Harus cabut ke kantin sekarang.”

Tenang, simpan dulu niat ngemilnya, karena kabar baiknya suara dramatis dari perut itu lebih sering jadi tanda ususmu lagi rajin kerja, bukan minta jatah makan. 

BACA JUGA:Jangan Skip Sarapan: Bukan Cuma Ngisi Perut, Ini Alasannya

Kenalan Dulu Sama Borborigmi

Nama ilmiah suara perut adalah borborigmi (bacanya bor-bo-rig-mi). Kedengarannya kayak nama mantra, padahal cuma istilah buat bunyi udara dan cairan yang kegeser kontraksi otot di saluran cerna kerena usus kita itu bukan pipa diam. Dia kayak selang yang bisa meremas-remas isinya biar maju dan gerakannya kedengaran.

Masalahnya, kita sudah terlanjur diajarin sejak kecil jika perut bunyi tandanya lapar. Padahal tubuh punya mode lain yang bikin bunyi lebih kencang justru saat kamu tidak lapar, namanya MMC (Migrating Motor Complex). 

 

MMC si Tim Cleaning Service Tubuh yang Kerja Diam-Diam

Bayangin ususmu itu restoran buka 24 jam. Setelah pelanggan makan dan piring kotor diberesin, pasti ada jam bersih-bersih sebelum restoran buka lagi. Nah, MMC itu jadwal “cleaning service” resmi dari tubuh.

Adapun alur kerjanya, sekitar 2 jam setelah makanan terakhir selesai dicerna, lambung dan usus halus mulai kosong. Otak baca situasi: “Oke, tamu sudah pulang. Saatnya beres-beres.”

Lalu MMC nyala. Usus halus mulai kontraksi kuat dari atas ke bawah, kayak gelombang. Tujuannya nyapu sisa makanan yang nyangkut, lendir, dan bakteri yang kebanyakan. Kalau tidak disapu, sisa-sisa itu numpuk, fermentasi, dan bikin kembung atau SIBO alias bakteri tumbuh berlebihan.

Karena salurannya kosong saat dibersihkan makan kedengeran suara. Coba kamu tiup sedotan kosong vs sedotan isi air. Yang kosong bunyinya lebih nyaring. Sama kayak usus. Pas ada makanan, suaranya keredam. Pas kosong, kontraksi MMC jadi menggema sampai ke luar. Jadilah “kruyuuuk” konser tunggal.

Jadi kalau perut bunyi padahal kamu baru makan 2-3 jam lalu dan tidak lemas, kemungkinan besar itu MMC lagi kerja, bukan lambung teriak minta nasi padang.

Sumber: