Disway banner

Kenapa Mulut Bisa Bau? Bongkar Penyebabnya dan Cara Ampuh Mengatasinya

Kenapa Mulut Bisa Bau? Bongkar Penyebabnya dan Cara Ampuh Mengatasinya

Bau mulut --DOK/Net

Radarkepahiang.id- Pernah merasa tidak percaya diri saat bicara karena khawatir mulut bau? Kamu tidak sendiri. Bau mulut atau halitosis dialami banyak orang dan seringkali penyebabnya bukan sekadar lupa sikat gigi. 

Mulut adalah gerbang pertama tubuh, jadi apa pun yang terjadi di dalam sana bisa langsung tercium. Kabar baiknya, sebagian besar penyebab bau mulut bisa diatasi kalau kita tahu biang keroknya. Yuk bongkar satu per satu penyebabnya, lalu bahas cara pencegahan yang benar-benar bekerja.

BACA JUGA:Mengenal Berbagai Jenis Kanker pada Manusia: Organ yang Sering Terkena dan Gejalanya

1. Kebersihan Mulut yang Tidak Terjaga

Ini penyebab paling umum. Sisa makanan yang menempel di gigi, gusi, dan lidah menjadi makanan empuk bagi bakteri. Saat bakteri menguraikan sisa protein dari makanan, mereka melepaskan senyawa sulfur yang baunya mirip telur busuk. Plak yang tidak dibersihkan akan mengeras jadi karang gigi dan membuat bakteri makin betah. Lidah juga sering dilupakan. Permukaan lidah yang bertekstur kasar menjadi tempat favorit bakteri bersembunyi, terutama di bagian belakang.

Solusinya sederhana tapi harus konsisten. Sikat gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi ber-fluoride selama dua menit. Jangan buru-buru. Pastikan semua permukaan gigi kena. Tambahkan benang gigi setiap malam untuk mengangkat sisa makanan di sela yang tidak terjangkau sikat. Terakhir, bersihkan lidah pakai kerokan lidah atau bagian belakang sikat. Kamu akan kaget melihat berapa banyak lapisan putih yang terangkat, dan itu sumber bau utama.

 

2. Mulut Kering

Air liur adalah pembersih alami mulut. Ia membilas sisa makanan, menetralkan asam, dan membawa zat antibakteri. Saat produksi air liur menurun, mulut jadi kering dan bakteri penyebab bau berkembang cepat. Itu sebabnya napas pagi sering tidak segar karena saat tidur air liur berkurang. Mulut kering juga dipicu oleh bernapas lewat mulut, dehidrasi, stres, atau usia.

Cara melawannya adalah menjaga hidrasi. Minum air putih minimal 8 gelas sehari atau sesuaikan dengan aktivitas dan cuaca. Kalau kamu sering merasa mulut kering, kunyah permen karet rendah gula selama 10–15 menit setelah makan. Aktivitas mengunyah merangsang air liur. Hindari obat kumur yang mengandung alkohol tinggi karena justru membuat mulut makin kering.

BACA JUGA:Mengenal Jam Piket Organ Tubuh: Waktu Alami untuk Detoksifikasi dan Pemulihan

3. Makanan dan Minuman

Bawang putih, bawang merah, petai, jengkol, durian, kopi, dan alkohol adalah tersangka utama. Senyawa sulfur dari bawang dan alkohol diserap ke aliran darah lalu dibawa ke paru-paru, sehingga baunya keluar lewat napas sampai beberapa jam meski sudah sikat gigi. Kopi bersifat asam dan membuat mulut kering, kombinasi yang disukai bakteri.

Bukan berarti harus berhenti total. Nikmati saja, tapi imbangi. Batasi konsumsi makanan berbau kuat terutama sebelum bertemu orang. Setelah makan, langsung minum air putih dan kunyah apel, wortel, atau seledri. Teksturnya yang renyah membantu membersihkan gigi secara alami. Kalau terpaksa, sikat gigi 30 menit setelah makan agar email tidak terkikis asam.

Sumber: