Disway banner

Mengenal Berbagai Jenis Kanker pada Manusia: Organ yang Sering Terkena dan Gejalanya

Mengenal Berbagai Jenis Kanker pada Manusia: Organ yang Sering Terkena dan Gejalanya

Berbagai jenis kanker dapat menyerang organ tubuh--DOK/Net

Radarkepahiang.id - Kanker terjadi ketika sel tubuh tumbuh tidak terkendali, membentuk tumor ganas yang dapat merusak jaringan di sekitarnya. Sel normal memiliki siklus hidup yang teratur: tumbuh, membelah, dan mati. Pada Kanker, mutasi genetik membuat sel kehilangan kendali sehingga terus membelah tanpa henti, mengabaikan sinyal tubuh untuk berhenti. Sel-sel ini kemudian menumpuk membentuk massa tumor, menginvasi jaringan sehat, dan bisa menyebar ke organ lain melalui darah atau kelenjar getah bening. Proses penyebaran ini disebut metastasis.

Faktor pemicu kanker beragam, mulai dari genetik, paparan zat karsinogen, infeksi virus tertentu, pola makan tidak sehat, rokok, alkohol, hingga radiasi. Deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan. 

BACA JUGA:Mengenal Jam Piket Organ Tubuh: Waktu Alami untuk Detoksifikasi dan Pemulihan

Mengenali gejala awal pada organ yang paling sering terkena kanker membantu kita lebih waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter. Berikut tujuh jenis kanker yang umum terjadi beserta penjelasan dan gejala khasnya.

 

1. Kanker Payudara

Kanker payudara terjadi pada jaringan payudara, paling sering di kelenjar susu atau saluran susu. Sel kanker awalnya tumbuh di lapisan dalam saluran atau lobulus, lalu dapat menyebar ke jaringan lemak dan kelenjar getah bening di ketiak. 

Meski lebih sering dialami perempuan, laki-laki juga bisa terkena meski risikonya jauh lebih kecil. Faktor risiko utama meliputi riwayat keluarga, mutasi gen BRCA1 dan BRCA2, haid pertama terlalu dini, menopause terlambat, tidak pernah menyusui, obesitas, dan paparan hormon jangka panjang.  

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain munculnya benjolan di payudara atau ketiak yang tidak terasa nyeri, puting tertarik ke dalam, perubahan bentuk atau ukuran payudara, kulit payudara berkerut seperti kulit jeruk, serta keluar cairan dari puting yang bukan ASI. Deteksi dini dan mammografi rutin setelah usia 40 tahun sangat membantu menemukan kanker pada stadium awal ketika peluang sembuh masih sangat tinggi.

 

2. Kanker Paru-paru

Kanker paru-paru tumbuh di jaringan paru-paru, biasanya berawal dari sel yang melapisi bronkus atau alveolus. Jenis ini sangat terkait dengan kebiasaan merokok, baik aktif maupun pasif. Zat karsinogen dalam asap rokok merusak DNA sel paru sehingga memicu pertumbuhan tidak normal. Selain rokok, polusi udara, paparan asbes, radon, dan riwayat penyakit paru kronis juga meningkatkan risiko.  

Gejala awal sering samar dan mirip penyakit pernapasan biasa, sehingga banyak kasus baru terdeteksi saat sudah stadium lanjut. Tanda khasnya meliputi batuk kronis yang tidak sembuh lebih dari 3 minggu, batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada yang bertambah saat bernapas dalam atau batuk, suara serak, serta penurunan berat badan tanpa sebab jelas. 

Karena angka kematian cukup tinggi, berhenti merokok dan skrining CT scan dosis rendah pada perokok berat sangat dianjurkan.

Sumber: