Disway banner

Jumlahnya Overload, Sampah di Kepahiang Bukan Cuma Tugas Pemerintah

Jumlahnya Overload, Sampah di Kepahiang Bukan Cuma Tugas Pemerintah

Sampah di Kepahiang--JIMMY/RK

Radarkepahiang.id-Kondisi persampahan di Kabupaten Kepahiang saat ini dinilai cukup mengkhawatirkan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepahiang melalui Kepala Bidang Kebersihan, Triswahyudi, M.Si, mengakui bahwa volume sampah yang ada sudah berada pada kondisi overload atau melebihi kapasitas penanganan.

Menurut Triswahyudi, meningkatnya jumlah sampah rumah tangga menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kondisi tersebut. Seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat, produksi sampah terus mengalami peningkatan setiap harinya.

"Kalau kita lihat kondisi sekarang, memang bisa dikatakan sudah overload. Volume sampah yang dihasilkan masyarakat terus bertambah," ungkapnya.

BACA JUGA:Kepahiang Darurat Sampah, TPST Diprediksi Hanya Mampu Tampung 1 Tahun Lagi!

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah. Penanganan sampah, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

"Ini bukan hanya tugas pemerintah saja. Masyarakat juga harus ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan," tegasnya.

Ia mengimbau agar masyarakat mulai dari hal sederhana, seperti menjaga kebersihan di sekitar pekarangan rumah masing-masing. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan dinilai menjadi langkah awal yang sangat penting dalam mengurangi beban sampah di daerah.

Selain itu, peran aktif masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga juga diharapkan dapat membantu proses pengelolaan sampah yang lebih efektif. Dengan pemilahan sejak dari sumbernya, volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan.

BACA JUGA:Mutasi Besar di Polda Bengkulu: Kasat dan Kapolsek di Polres Kepahiang Digeser, Ini Rincian Nama-namanya

DLH Kepahiang sendiri terus berupaya meningkatkan pelayanan kebersihan, meski dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana. Armada pengangkut sampah dan kapasitas tempat pembuangan menjadi tantangan tersendiri dalam mengimbangi lonjakan volume sampah.

Kondisi overload ini, lanjut Tris, harus menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas, seperti pencemaran, bau tidak sedap, hingga potensi gangguan kesehatan bagi masyarakat.

"Kami berharap kesadaran masyarakat bisa terus meningkat. Kalau semua pihak terlibat, persoalan sampah ini tentu bisa kita atasi bersama," pungkasnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan permasalahan sampah di Kabupaten Kepahiang dapat ditekan, sehingga lingkungan yang bersih dan sehat dapat terwujud secara berkelanjutan.

BACA JUGA:Sampah Dimana-mana, Wisata Kebun Teh Dikeluhkan Pengunjung!

Sumber: