Teror Anjing Diduga Rabies di Kepahiang, 7 Warga Jadi Korban dalam Sehari
Jenis hewan Penular Rabies--FOTO/DOKUMEN RK
Radarkepahiang.id – Kasus serangan hewan penular rabies (HPR) kembali mengkhawatirkan di Kabupaten Kepahiang. Hanya dalam kurun waktu satu hari, sebanyak tujuh warga di Kecamatan Kepahiang dilaporkan menjadi korban gigitan anjing yang diduga terjangkit rabies, Jumat 10 Januari 2026.
Peristiwa ini dibenarkan langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, Wisnu Irawan. Ia menyebutkan, laporan tersebut diterima dari petugas Puskesmas Pasar Kepahiang pada hari yang sama.
"Hari ini saja laporan dari petugas Puskesmas Pasar Kepahiang ada 7 orang yang mengaku telah mendapatkan gigitan HPR jenis anjing," ungkap Wisnu.
Dari data yang dihimpun, tujuh korban tersebut berasal dari dua wilayah berbeda, yakni empat warga Desa Weskust dan tiga warga Kelurahan Pasar Ujung. Seluruh korban disebut mengalami gigitan dari satu ekor anjing yang sama, yang diduga dalam kondisi tidak normal atau terindikasi rabies.
BACA JUGA:Ketersediaan Vaksin Rabies di Kepahiang Tak Sebanding Dengan Populasi HPR
"Gawatnya lagi, dari keterangan ketujuh korban, semuanya digigit oleh satu ekor anjing yang sama," jelasnya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, termasuk pemberian vaksin anti rabies (VAR) guna mencegah penularan virus yang berpotensi fatal tersebut.
"Seluruh korban sudah mendapatkan penanganan, termasuk suntikan vaksin anti rabies," tambah Wisnu.
Meski demikian, keberadaan anjing yang diduga rabies tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti apakah telah berhasil ditangkap atau masih berkeliaran. Hal ini menambah kekhawatiran akan potensi adanya korban susulan di wilayah tersebut.
Dinas Kesehatan pun mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar lokasi kejadian, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan liar, terutama anjing yang menunjukkan perilaku agresif atau tidak biasa.
BACA JUGA:Gawat! Pengidap HIV/AIDS di Kepahiang Meningkat, Pemuda dan Remaja Mengkhawatirkan!
"Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan HPR, terutama anjing liar. Karena sejauh ini kami belum mendapatkan laporan apakah hewan tersebut sudah ditangkap atau belum," pungkasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gigitan hewan, agar dapat segera diberikan penanganan awal guna mencegah risiko penularan rabies.
Sebagai informasi, rabies merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini dapat menular melalui gigitan hewan yang terinfeksi, dan berpotensi menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat.
Sumber:




